Indonesia Mulai Waspada, 5 Fakta Cacar Monyet yang Perlu Kamu Tahu



By Dwana Muhfaqdilla

Fakta Monkeypox alias cacar monyet

AKURAT.CO, Baru-baru ini masyarakat Indonesia tengah dibuat resah dengan penyakit cacar monyet atau Monkeypox. Penyakit ini dikonfirmasi telah sampai di Singapura.

Mencuatnya kabar tentang cacar monyet berawal dari seorang warga Nigeria yang datang ke Singapura pada bulan lalu untuk mengikuti loka karya. Sebelum datang ke Negeri Merlion, kemungkinan besar ia mengonsumsi daging hewan liar. Akibatnya Kementerian Kesehatan Singapura mengarantina sebagian besar orang yang melakukan kontak dengan pasien untuk tindakan pencegahan.

Tentunya mendengar kabar tersebut negara-negara tetangga, termasuk Indonesia perlu mewaspadai terhadap penyebaran penyakit ini.

baca juga:

Lalu apa sih sebenarnya cacar monyet ini? Yuk simak beberapa fakta dan tanda cacar monyet yang perlu diketahui seperti yang sudah dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber pada Kamis (16/5).

1. Termasuk jenis penyakit langka

Shutterstock

Monkeypox merupakan penyakit langka yang berasal dari daerah terpencil di Afrika Tengah dan Barat. Virus yang menyebabkan cacar monyet biasa disebut dengan Monkeypox virus (MPXV). Virus ini ditularkan oleh monyet, tupai Afrika, tikus, dan kelinci.

2. Cara penularan

Shutterstock

Penyakit ini pertama kali diidap manusia pada tahun 1970 di Afrika. Penyebaran penyakit ini pada manusia karena adanya kontak langsung dengan hewan yang terjangkit virus. Penyakit ini bisa menular ke manusia secara cepat melalui percikan ludah saat batuk, bersin, berbicara atau cairan tubuh lainnya.

Namun, kontak tidak langsung juga berpotensi tertular penyakit ini. Misal saat seseorang menyentuh pakaian pasien cacar monyet. Selain lewat manusia, kontak dengan hewan yang terinfeksi cacar monyet juga berisiko tertular.

3. Tanda terinfeksi cacar monyet

Shutterstock

Beberapa hari pertama gejala yang ditimbulkan cukup umum, hampir sama dengan cacar air seperti demam, mual, dan tidak enak badan. Gejala cacar monyet yang menonjol ialah mulai demam, sakit kepala yang hebat, nyeri punggung, pembengkakan kelenjar getah bening dan kekurangan energi.

Setelah empat hingga tujuh hari, tubuh mulai muncul ruam pada kulit hingga luka cacar atau lesi yang berisi air di bagian wajah dan tubuh. Ruam yang muncul akan menyebar ke seluruh tubuh. Dalam waktu 10 hari, ruam akan berevolusi menjadi lepuhan kecil yang berisi cairan, bintil hingga akhirnya mengering dan berangsur hilang.

4. Belum ditemukan obatnya

Shutterstock

Hingga saat ini obat, perawatan khusus atau vaksin untuk menangani virus cacar monyet belum ditemukan. Wabah ini dapat dikendalikan dengan penanganan cepat kepada orang yang terinfeksi cacar monyet.

Monkeypox dapat hilang dengan sendirinya dari tubuh. Walaupun gejala cacar monyet cukup ringan, penyakit ini dapat memicu pneumonia atau yang paling fatal kematian.

5. Cara pencegahan

 Shutterstock

Cara terbaik untuk menghentikan penyebaran virus cacar monyet dengan mencegah infeksinya. Hindari berpergian ke daerah yang mengalami wabah tersebut. Kurangi interaksi hewan ke manusia.

Jika ingin berkontak langsung dengan hewan, upayakan untuk menggunakan pelindurng seperi sarung tangan. Selalu mencuci tangan setelah berkontak. Jika ada yang mengalaminya setelah berpergian, segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

Itulah beberapa fakta terkait cacar monyet yang perlu diwaspadai. Meski penyakit ringan, tapi tetap selalu waspada.[]

terkait