Indonesia dan Foxconn Teken Komitmen Kerja Sama Investasi Ekosistem Baterai Listrik

Melalui Nota Kesepahaman ini, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik

By Wayan Adhi Mahardika

Mobil listrik

AKURAT.CO Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan jika perusahaan Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn), Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC) berminat mengembangkan industri baterai dan kendaraan listrik di Indonesia yang terwujud dalam komitmen kerja sama.

" Hari ini kita memasuki era baru. Pemerintah Indonesia secara sungguh-sungguh akan mengawal rencana investasi ini, dengan mitra BUMN maupun pengusaha nasional di Indonesia. Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua, Indonesia sangat fokus mendorong investasi berkelanjutan terutama mengedepankan green energy dan green industry,” ucap Bahlil Lahadalia lewat keterangannya, Rabu (26/1/2022).  

Lebih lanjut Bahlil Lahadalia mengklaim keputusan Foxconn dan Gogoro memilih Indonesia menjadi tempat berinvestasi sudah sangat tepat. Indonesia memiliki nilai tambah bagi para investor dalam tiga hal, yaitu pasar yang besar di mana 43 persen populasi ASEAN ada di Indonesia, Indonesia satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam G20, serta pertumbuhan kelas menengah ke atas di Indonesia semakin hari semakin baik.

baca juga:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menugaskan Kementerian Investasi/BKPM untuk mengawal komitmen investasi ini. 

“ Pemerintah Indonesia akan menangani seluruh perizinan, atau urusan-urusan dalam negeri, termasuk insentif investasi akan menjadi tanggung jawab kami. Foxconn dan Gogoro hanya perlu membawa teknologi, modal dan sebagian pasarnya. Saya yakinkan hari ini, investasi ini dapat tereksekusi untuk kemajuan dan kebangkitan kita bersama,” ujar Bahlil Lahadalia. 

Untuk diketahui, penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kerja sama dilakukan dalam Investasi Pengembangan Ekosistem Energi Baru Berkelanjutan melalui Investasi Baterai Listrik, Kendaraan Listrik, dan Industri Pendukungnya dengan skema kerja sama Build-Operate-Localize (BOL) yang ilakukan secara virtual di kantor Kementerian Investasi/BKPM dan Taipei, Taiwan Selasa (21/1).

Melalui nota kesepahaman ini, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (E-Bus). Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, battery daur ulang, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV. 

Perkiraan nilai total investasi dalam proyek-proyek tersebut oleh seluruh mitra usaha diperkirakan akan mencapai US$8 miliar atau sekitar Rp114 triliun. Keseluruhan proyek diperkirakan akan menghasilkan kapitalisasi pasar dengan nilai total lebih dari US$100 miliar di Indonesia pada tahun 2030.

Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim akan mendukung komitmen pemerintah Indonesia pada Glasgow Climate Pact, yang ditandatangani pada 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) tahun lalu.

terkait