Humor Gus Dur: Pancasila dalam Pandangan NU dan Muhammadiyah

Pada suatu hari, di emperan masjid setelah salat maghrib, Julkipli menghampiri teman ngopinya, Durakim.

By Akmad Fauzi

Gus Dur/ KH Abdurrahman Wahid

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur merupakan salah seorang tokoh yang gencar mengampanyekan isu toleransi dan persatuan di Indonesia. Dirinya, dikenal tidak hanya berkomunikasi atau berteman dengan kalangan Muslim, tetapi juga bersahabat dengan kalangan-kalangan lainnya yang berbeda agama, seperti halnya umat Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu dan lainnya.

Di samping itu, yang menjadi ciri khas dari Gus Dur adalah sering melontarkan jokes atau humor-humor lucu kepada para pengikut atau temannya dalam berbagai kesempatan. Karena bagi Gus Dur, humor itu seperti sudah menjadi sebuah nutrisi menyehatkan.

Humor-humor Gus Dur cerdas tersebut bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Salah satu humor yang cukup menarik yang pernah dilontarkan Gus Dur adalah guyonan perbedaan NU dan Muhammadiyah yang dilansir dari NU Online.

baca juga:

Pada suatu hari, di emperan masjid setelah salat maghrib, Julkipli menghampiri teman ngopinya, Durakim. Ketika belum sempurna Durakim menyandarkan punggung ke tembok, pertanyaan berat langsung disodorkan kepada dirinya.   

"Dur, bagaimana pandangan Islam tentang Indonesia yang memilih bentuk negara Pancasila, bukan negara Islam?".

"Menurutmu siapa dulu: NU atau Muhammadiyah?".

"NU, deh,".

"Hukumnya boleh. Karena bentuk negara itu hanya wasilah, perantara. Bukan ghayah, tujuan,".

"Kalau menurut Muhammadiyah?"  

terkait