Genjot Produksi Padi, Kementan dan Legislator Lakukan Pengendalian Hama Tikus

Kementan bersama Komisi IV DPR RI menggenjot peningkatan produktivitas tanaman padi

By Wayan Adhi Mahardika

Petani memilah bibit padi untuk ditanam di areal persawahan di kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019).

AKURAT.CO Dalam rangka pemenuhan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI menggenjot peningkatan produktivitas tanaman padi.

Salah satunya melalui gerakan pengendalian hama tikus yang menjadi penyebab kerusakan pada fase persemaian, fase generatif dan fase panen sehingga berdampak pada penurunan bobot produksi. 

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyebutkan tikus sawah sebagai hama utama tanaman padi dengan dominasi di ekosistem sawah irigasi sehingga perlu upaya berlanjut untuk pengendalian hama tikus yang dapat dilakukan secara alami, mekanis, biologi bahkan pengendalian secara kimia.

baca juga:

Kementan sendiri merekomendasikan cara pengendalian tikus melalui gropyokan dilakukan terus menerus dimulai selesai pengolahan pertama sampai dengan sebelum tanam.

“ Tikus dapat makan semua jenis tanaman, namun yang paling disukai sebagai makanannya adalah padi, jagung, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan suka di tempat yang kotor. Sehingga kunci pencegahan adalah sanitasi lingkungan, harus rajin bersih bersih dan tanam serentak,” ucap Suwandi saat pertemuan dan diskusi dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022).

Suwandi menjelaskan ada beberapa cara pengendalian hama tikus secara secara mekanik diantaranya, penggunaan perangkap (traping) dengan sistem bubu perangkap linier (LTBS), sistem bubu perangkap (TBS) dan penggunaan perangkap RAPMORI (Rattus Fall-Trap Modification with Teri). Pengendalian hama juga dapat dilakuakan secara biologi yakni dengan pengendalian kesuburan, dengan metode pemandulan (imunokontrasepsi) dengan satu jenis virus yang spesifik dan pemanfaatan predator alami seperti burung hantu, ular sawah.

“ Pengendalian secara kimia juga bisa dilakukan yakni dengan penggunaan umpan beracun (rodentisida) dan bahan fumigant. Bahkan ada bio-pestisida yang ramah lingkungan ubi gadung, bintaro, ubikayu direbus air kelapa, "jelasnya.

Menurutnya, intinya lakukan pencegahan dengan menjaga sanitasi dan tanam serentak, tanam tanaman bau menyengat: serai, tomat, bunga tagetes, gunakan musuh alami burung hantu.sedangkan pengendalian disesuaikan fase tanaman bisa secara mekanis, biologis dan pilihan terakhir kimiawi. 

"Terkait hama tikus di Sragen ini Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah berkomunikasi dengan PLN dan melakukan solusi, dan telah memberi arahan ke Ibu Bupati, Kapolres dan Dandim untuk menindaklanjuti dan mengawal implementasinya," ujar Suwandi.

terkait