EKSKLUSIF, CdM Indonesia Ferry Kono: SEA Games Bukanlah Final dari Multi-Event

Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 menuai pro dan kontra karena adanya pengurangan jumlah atlet yang dikirim.

By Dimas Ramadhan Wicaksana

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono berpose untuk difoto usai melakukan wawancara di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

AKURAT.CO, Setelah sempat tertunda selama satu tahun lamanya, SEA Games 2021 akhirnya digelar. Pesta olahraga se-Asia Tenggara edisi ke-31 ini diselenggarakan di Hanoi, Vietnam pada 12-23 Mei 2022.

Penundaan akibat Covid-19 dan ditetapkannya tanggal main SEA Games 2021 yang terbilang mepet membuat sejumlah negara melakukan persiapan jauh dari kata ideal. Tak terkecuali bagi Indonesia.

Pada SEA Games kali ini, keikutsertaan Indonesia menjadi pro dan kontra. Bukan karena bermasalah dengan negara-negara tetangga, melainkan karena keputusan dan penentuan jumlah atlet dan cabang olahraga (cabor) yang dikirimkan.

baca juga:

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengumumkan bahwa kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 mengalami banyak perubahan. Khususnya terkait dengan efisiensi jumlah atlet.

Kontingen Indonesia di SEA Games kali ini hanya berkekuatan 499 atlet dari 32 cabor. Jumlah ini nyaris 50 persen lebih sedikit bila dibandingkan dengan edisi sebelumnya di Manila, Filipina pada 2019 lalu, di mana atlet Merah Putih mencapai 841 orang dari 52 cabor.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali mengatakan, efisiensi kontingen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menggunakan paradigma baru di ajang multi-olahraga internasional.

Sejak diterbitkannya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), pemerintah ingin memfokuskan target utama olahraga Indonesia adalah Olimpiade. Sementara ajang SEA Games dan Asian Games hanya sebagai sasaran antara saja.

Oleh karenanya, atlet-atlet yang menjadi bagian dari kontingen Indonesia di SEA Games 2021 kali ini diyakini telah melalui proses yang ketat melalui tim review Pembinaan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) bentukan Kemenpora yang diisi oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), beserta dengan pakar dan ahli.

Selain persoalan pengiriman atlet, SEA Games 2021 kali ini juga bisa dibilang extra-ordinary karena dilaksanakan dan dipersiapkan dengan waktu yang sangat mepet.

terkait