Dulu Miliarder kini Merana, Ini 5 Fakta Kampung Kaya Mendadak di Tuban

Satu tahun berlalu, warga Kampung Miliarder Tuban tersebut kini diketahui menganggur dan bahkan melakukan demo. 

By Tomyzul Habib

AKURAT.CO Warga Tuban sempat menjadi pemberitaan nasional setelah banyak warganya yang kaya mendadak. Pasalnya, puluhan warga di desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, mendapatkan uang ganti rugi hasil pembebasan tanah dari kilang minyak Pertamina Grass Root Refinery (GGR). Namun, satu tahun berlalu, warga Kampung Miliarder Tuban tersebut kini diketahui menganggur dan bahkan melakukan demo. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumla fakta penting terkait kampung miliarder Tuban. 

1. 225 KK dapatkan hingga Rp26 miliar

Sebagai ganti rugi dari Pertamina, sejumlah 225 Kepala Keluarga dari 840 Kepala Keluarga Desa Sumurgeneng, Tuban mendapatkan uang milliaran rupiah. Lahan yang dibeli oleh Pertamina dihargai di angka Rp600-Rp800 ribu per meternya. Maka dari itu, setiap warga akan mendapatkan ganti rugi mulai dari Rp36 juta hingga Rp26 miliar. Bahkan, ada satu warga luar yang mendapatkan ganti rugi mencapai Rp28 miliar. 

baca juga:

2. Kaya mendadak

Dengan pendapatan yang begitu melimpah, tak heran jika banyak warganya yang merasakan kaya mendadak. Sejumlah warga menggunakan limpahan tersebut untuk membeli tanah lagi, membangun rumah atau merenovasi, mendirikan usaha, hingga menabungnya. Bahkan sebelumnya, kampung tersebut juga diserbu sales dari berbagai produk mulai dari sales mobil hingga umroh. 

3. Ada 176 mobil baru 

Sesaat setelah mendapatkan dana ganti rugi, sejumlah warga tersebut langsung mendatangkan mobil baru. Bahkan, menurut Kepala Desa Sumurgeneng, setidaknya ada 176 mobil baru yang dibeli oleh warganya. Mobil tersebut pun begitu beragam, mulai dari Kijang Innova, Honda HR-V, Fortuner, Pajero, hingga Honda Jazz. Bahkan, sempat viral video yang memperlihatkan 17 mobil baru datang bersamaan. Namun baru beberapa minggu memiliki mobil, 15 di antaranya telah mengalami kerusakaan. 

4. Menyesal menjual lahan

Kini, sejumlah warga kampung miliarder tersebut mengaku resah karena sawah dan ladang yang ia miliki dan menjadi sumber penghidupannya telah tiada. Sedangkan beberapa warga lainnya  mengalami kesulitan dengan pekerjaan baru yang digelutinya dan memilih untuk menganggur. Bahkan, sejumlah warga lain juga merasa menyesal telah menjual tanahnya dan kini harus menjual kembali sapi ternaknya demi bisa bertahan hidup. 

5. Gelar demo

Sejumlah warga Kampung Miliarder Tuban tersebut kini diketahui menggelar demo kepada PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) sejak hari Senin (24/1) lalu. Sejumlah tuntutan pun dilayangkan oleh kelompok yang terdiri dari 100 warga sekitar kepada PT Pertamina. Beberapa tuntutan tersebut adalah prioritas perekrutan kepada warga sekitar terkait di keamanan, seluruh vendor di Pertamina dalam proses perekrutan harus berkoordinasi dengan desa hingga pemberian kesempatan dan edukasi kepada warga terdampak. 

Terkait hal ini, Pertamina menyatakan bahwa setidaknya 600 warga sekitar atau sejumlah 98 persen pekerja keseluruhan telah dilibatkan dalam proses penyiapan lahan berupa land clearing dari tahap ke-1 hingga ke-3. []

terkait