Dukung IKN di Balikpapan, Ketum PBNU: Punya Visi Sejalan dengan NU

Menurut Gus Yahya, kebijakan pembangunan IKN mempunyai visi yang sejalan dengan NU, yakni untuk membangun peradaban umat.

By Akmad Fauzi

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf saat dijumpai di sela Forum Eurasia Centrist Democrat International (CDI), Hotel Hyatt Regency, Sleman, DIY, Rabu (23/1/2020)

AKURAT.CO  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil menyampaikan sikap tegasnya soal mendukung pembangunan ibu kota negara (IKN) yang diberi nama Kota Nusantara. Hal itu disampaikan oleh Kiai yang akrab disapa Gus Yahya ini dalam sambutan saat Harlah NU ke-96 di Labuan Bajo NTT, Sabtu, (5/2/2022).

Menurut Gus Yahya, kebijakan pembangunan IKN mempunyai visi yang sejalan dengan NU, yakni untuk membangun peradaban umat. Sehingga menurutnya, NU akan menjadi bagian dari pembangunan IKN di Kalimantan Timur tersebut.

"Nahdlatul Ulama ingin ikut serta menjadi bagian dari pembangunan ibu kota negara yang baru karena NU ingin menghidupi semangat untuk ikut serta membangun peradaban,” jelas Kiai kelahiran Rembang, 16 Februari 1966 itu.

baca juga:

Terkait dengan penyelenggaraan harlah NU ke-96 dilakukan di empat lokasi di Indonesia dan salah satunya adalah di Balikpapan, menurut Gus Yahya, pertama, karena ingin menghadirkan Nahdlatul Ulama untuk ambil bagian dari pembangunan IKN.

"Balikpapan dipilih karena kita tahu bahwa Presiden dengan dukungan sebagian besar stakeholder bangsa ini ingin membangun satu Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur,” tutur Gus Yahya.

Oleh karena itu, lanjut Gus Yahya mengatakan, penting bagi NU hadir di Kalimantan Timur, hadir di Balikpapan dan di ibu kota negara yang baru. 

"Karena untuk membangun peradaban, kita harus mulai dengan semangat ikut serta membangun masa depan,” ungkap Gus Yahya.

Sedangkan soal lokasi Labuan Bajo yang dijadikan untuk penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini, kata Gus Yahya,  adalah karena NTT mempunyai potensi kekayaan maritim yang lsangat besar dan uar biasa. Hal tersebut yang menurutnya merupakan modal utama dari pembangunan peradaban umat di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan.

"Watak peradaban nusantara adalah maritim, peradaban kita adalah masyarakat dengan karakter maritim. Ini adalah modal dasar yang sangat berharga bagi kita semua,” tandas Gus Yahya. 

Seperti diketahui, dalam rangkaian acara di Labuan Bajo, hadir secara virtual Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Sementara itu, beberapa hadir secara langsung, diantaranya Guberbur NTT Victor B Laiskodat, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, serta jajaran PBNU, PWNU NTT, dan PCNU se-NTT. []

terkait