Direktur Keuangan Dicecar Soal Penyelewengan Dana Taspen Life

Diduga telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp161,6 miliar

By Ainurrahman

Gedung Bundar Jampidsus.

AKURAT.CO, Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan penyelewengan dana PT Asuransi Jiwa Taspen. Tiga pejabat anak perusahaan PT Taspen diperiksa.

Mereka adalah MEC (Melly Eka Chandra) adalah Sekretaris Perusahaan PT. Asuransi Jiwa Taspen. MEC diperiksa terkait proses investasi PT Asuransi Jiwa Taspen berupa KPD yang dikelola PT Emco Asset Management dengan underlying MTN Prioritas Finance Tahun 2017 dan skema penyelesaian gagal bayarnya.

"Diperiksa sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Jumat (21/2/2022).

baca juga:

Leo mengungkap saksi lain yang diperiksa adalah IBN (Ida Bagus Nugraha). IBN selaku Direktur Keuangan dan Umum PT. Asuransi Jiwa Taspen, diperiksa terkait proses investasi PT Asuransi Jiwa Taspen berupa KPD yang dikelola PT Emco Asset Management dengan underlying MTN Prioritas Finance Tahun 2017 dan skema penyelesaian gagal bayarnya.

Lalu saksi lain adalah EP (Ernanto Prabowo) selaku Kepala Divisi Investasi PT. Asuransi Jiwa Taspen, diperiksa untuk menerangkan terkait posisi investasi PT. Asuransi Jiwa Taspen saat ini.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT. Asuransi Jiwa Taspen," kata Leo.

Diketahui, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung mulai menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen periode 2017-2020.

Direktur Penyidikan Supardi menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan dana investasi di PT Taspen yang diterbitkan oleh Jampidsus Kejagung, Selasa, 4 Januari 2022.

"Surat Perintah Penyidikan yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2022 tanggal 4 Januari 2022," kata Leo.

Selanjutnya, tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN PT PRM pada akhirnya seolah-olah dijual ke PT Nusantara Alamanda Wirabhakti dan PT Bumi Mahkota Jaya.

Dan penjualan tanah ini melalui skema investasi dengan cara PT Taspen Life berinvestasi pada beberapa reksadana, kemudian dikendalikan untuk membeli saham-saham tertentu yang dananya mengalir ke kedua perusahaan tersebut untuk pembelian tanah jaminan dan jaminan tambahan.

Akibat perbuatan tersebut, kata Leo, diduga telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp161,6 miliar. []

terkait