Digelar 7-12 Juni di Istora, Indonesia Masters Boleh Dihadiri Penonton

Indonesia Masters merupakan kejuaraan bulutangkis pertama yang mengizinkan kehadiran penonton.

By Hervin Saputra

Sejumlah pebulutangkis saat menjajal lapangan di Istora Senaya, Jakarta, sebelum turun di Indonesia Masters pada Senin (13/1).

AKURAT.CO, Pesta bulutangkis dunia akan kembali ke Indonesia pada Juni mendatang. Ya, di Istora Senayan, Jakarta, akan dihelat turnamen BWF World Tour Super 500 bertajuk Indonesia Masters 2022 pada 7-12 Juni 2022.

Ini adalah turnamen bulutangkis dunia pertama yang kembali digelar di arena keramat Istora Senayan sejak pandemi Covid-19 melanda dunia pada awal 2020. Kejuaraan ini juga untuk kali pertama mengizinkan kehadiran penonton meski baru sekitar 70 persen saja dari total kapasitas Istora.

“Seperti perintah Bapak Presiden Jokowi, karena berlangsung dalam ruangan, penonton wajib menggunakan masker,” kata Ketua Harian Pengurus Pusat PBSI, Alex Tirta, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/5).

baca juga:

“Penonton disyaratkan telah menerima vaksinasi lengkap, termasuk booster. Nantinya akan di-screening lewat aplikasi Peduli Lindungi.”

Menurut Alex, Indonesia Masters akan menjadi “perang bintang” karena diikuti para pebulutangkis elite. Setidaknya ada 273 pemain dari 28 negara yang akan ikut dengan nama-nama besar antara lain para juara Olimpiade Tokyo 2020 seperti Viktor Axelsen (Denmark), Chen Yufei (China), serta Lee Yang/Wang Chi Lin (Chinese Taipei).

"Melihat nama-nama pemain yang hadir, kualitas turnamen ini bisa disebut layaknya perang bintang. Semua pebulutangkis top dunia datang dan meramaikan persaingan. Sejak babak awal akan tersaji laga-laga yang menarik dan seru dari para pemain kelas dunia," kata Alex.

Indonesia Master adalah turnamen ke-12 dalam kalender Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Turnamen ini akan menyajikan hadiah total sebesar US$360 atau sekitar Rp5,27 miliar.  

Tahun lalu, Indonesia Masters digelar di Bali dengan sistem gelembung. Ketika itu hadiahnya lebih besar, yakni US$600 ribu, sebagai konsekuensi pemadatan jadwal karena pandemi.

Indonesia tentu saja akan menurunkan pebulutangkis terbaiknya karena mereka adalah sajian utama yang menarik perhatian penonton. Juga kemungkinan besar kembalinya pasangan ganda putra ranking satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang absen dalam sebulan terakhir karena Marcus cedera.

Indonesia Masters juga akan menjadi turnamen pertama dari dua kejuaraan dunia BWF di Indonesia. Sepekan setelahnya, digelar pula Indonesia Terbuka juga di Istora Senayan.[]

terkait