Dalam Bulan Bung Karno, PDIP Gelar Gebyar Inovasi Pelayanan Kesehatan Rakyat

PDIP ingin menyadari pentingnya membangun kesadaran masyarakat secara luas terhadap pencegahan masalah gizi kronis pada anak atau stunting.

By Petrus C. Vianney

DPP PDIP Gelar Gebyar Inovasi Pelayanan Kesehatan Rakyat di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, pada Sabtu (18/6/2022)

AKURAT.CO, DPP PDI-Perjuangan menggelar acara Gebyar Inovasi Pelayanan Kesehatan Rakyat dalam peringatan Bulan Bung Karno. Acara digelar di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta. 

Dalam acara ini, PDIP ingin menyadari pentingnya membangun kesadaran masyarakat secara luas terhadap pencegahan masalah gizi kronis pada anak atau stunting.

"Dalam praktik kehidupan berbangsa dan negara PDI Perjuangan menjadikan UUD Dasar 1945 sebagai amanat dan landasan kebijakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan rakyat bagi masa depan. Pemenuhan gizi bagi balita sangat penting bagi keberlangsungan bangsa," kata Sekjen PDIP Hasto dalam keterangannya, Sabtu (18/6/2022). 

baca juga:

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana dokter Ribka Tjiptaning mengatakan, acara ini akan dibuka secara langsung Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani. 

"Rencananya Mbak Puan nanti akan menyampaikan sambutan sekaligus beramah tamah dengan para ibu hamil," jelas Tjiptaning. 

Dalam kesempatan ini, akan digelar diskusi dengan sejumlah narasumber. Penyuluhan stunting oleh Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. Lalu kampanye produk makanan pencegahan stunting oleh Dr. Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN.

"Ada juga demo memasak menu sehat atasi stunting oleh Wakil Wali Kota Semarang, Mbak Ita (Hevearita Gunaryanti Rahayu)," paparnya. 

Tjiptaning menegaskan, dasar acara dilaksanakan karena mengetahui kurangnya pengetahuan tentang stunting di tengah- tengah masyarakat. Padahal demi mencegah stunting, sumber informasi yang masif dan sederhana perlu disampaikan. 

"Kemauan mengakses informasi kesehatan tentang kehamilan, masa nifas, ASI, MPASI, dan imunisasi harus komprehensif. Banyak temuan, petugas kesehatan sulit menjelaskan ke masyarakat tentang stunting. Dan, hanya sebagian kecil ibu hamil, ibu baduta, anggota RT, petugas kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta dinas kesehatan, mengerti dampak negatif dari ‘kerdil atau stunting," ucap Tjiptaning.

terkait