Cari Tambahan Modal Investasi, PP Persero Bakal Terbitkan Perpetual Bonds



By Prabawati Sriningrum

PT PP Persero Tbk. (PTPP) atau perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menerbitkan obligasi tanpa jatuh tempo atau perpetual bonds senilai Rp2 triliun. Adapun perpetual bonds tahap pertama senilai Rp 700 miliar.

AKURAT.CO, PT PP Persero Tbk. (PTPP) atau perusahaan konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menerbitkan obligasi tanpa jatuh tempo atau perpetual bonds senilai Rp2 triliun. Adapun perpetual bonds tahap pertama senilai Rp 700 miliar.

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengungkapkan, rencana penerbitan obligasi tersebut mendapatkan respon baik oleh investor. Tanpa terkecuali sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga berminat untuk menjadi investor.

Jadi sudah ada investornya, Sudah ada 3 anchor lokal dari BUMN, kata Agus di Gedung Bursa Efek Indonesia, kemarin (7/8).

baca juga:

Agus menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya bakal digunakan PTPP guna pembiayaan investasi, proyek infrastruktur, maupun proyek energi. Untuk PTPP sendiri, maupun penyertaan modal kepada entitas anak.

Sejumlah tingkat bunga yang akan dipatok untuk obligasi tanpa jatuh tempo tersebut sekitar 8,25% hingga dengan 9,5% per tahun, imbuhnya.

Sementara itu, tak hanya menghimpun dana melalui skema bonds PT PP Properti juga bakal mendorong tiga anak usahanya di pasar modal. Diantaranya PT PP Presisi, PT PP Energi dan PT PP Urban.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama PTPP Tumiyana yang mengakui, jika perusahaan akan melepas tiga anak perusahaan. Sehingga, total dana yang akan dihimpun kurang lebih Rp10 triliun hingga Rp12 trilliun.

Pihaknya pun menargetkan IPO tiga anak usaha tersebut, bakal selesai bulan Desember. Sedangkan, proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sedianya akan dilangsungkan pada medio kedua tahun 2017.

Kami masih akan melaksanakan IPO tiga anak usaha di semester II-2017. Rinciannya, disebutkan Tumiyana adalah terdiri dari PT PP Presisi sebesar Rp 3 triliun, PT PP Energi Rp 5 triliun dan PT Urban sekira Rp 3 triliun, tandasnya. []

terkait