Cara Putus Dengan Pacar Tanpa Perlu Menyakitinya

Jangan pernah mengungkapkan niat yang tidak tulus, seperti 'tetap berteman'

By Camelia Rosa

Ilustrasi - Cara putus dari pacar

AKURAT.CO, Putus dengan seseorang tidak pernah menyenangkan, terlepas dari apakah kamu yang mengakhiri hubungan tersebut atau tidak.

Mungkin ini sebabnya ghosting menjadi begitu lazim. Akan tetapi, ghosting bisa ditafsirkan sebagai pengecut. Ingat, dia pernah memberikan kebahagiaan dalam hidup kamu. Artinya, dia layak mendapatkan perpisahan yang layak.

“Interaksi tatap muka adalah bagian penting dari perpisahan yang bermartabat,” kata Tzlil Hertzberg, seorang terapis yang berspesialisasi dalam hubungan, dikutip AKURAT.CO pada Kamis (6/1/2022). 

baca juga:

Adapun hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah bertanya pada diri sendiri terkait alasanmu mengakhiri hubungan tersebut. Apakah cintamu sudah hilang? Apakah dia melakukan kesalahan yang tak termaafkan? Jika sudah mengerti alasannya, kamu boleh mengajaknya bertemu dan mengungkapkan keinginanmu untuk berpisah. 

Meskipun kamu menemukan hal-hal yang tidak disukai darinya, hindari berfokus pada apa yang menurutmu salah. Jangan mengubah hal ini menjadi permainan menyalahkan.

Sebaliknya, buatlah alasan tentang diri kamu sendiri. Untuk melakukannya, gunakan pernyataan "aku" untuk menjelaskan apa yang kamu pikirkan atau rasakan tidak berhasil dalam hubungan kalian.

“Tidak ada yang bisa berdebat dengan kamu tentang preferensi atau perasaan dirimu sendiri. Dia dapat berdebat denganmu jika kamu tidak jelas atau membuat asumsi tentang perasaan dia,” kata Dea Dean, terapis dan konselor profesional.

Tak hanya itu, hindari memberikan alasan-alasan klise seperti "bukan kamu, ini aku." Kamu mungkin mengira itu akan mengurangi rasa sakitnya. Tentu saja tidak! Pada saat kamu tidak menjelaskan secara spesifik mengapa ini terjadi, dia akan menebak apa yang salah, dan bahkan menyalahkan diri sendiri. 

Terakhir, hindari janji-janji palsu! Jangan pernah mengungkapkan niat yang tidak tulus, seperti 'tetap berteman' jika kamu tidak bersungguh-sungguh.

Kamu mungkin tidak tega melihatnya, namun itu hanya akan memberikannya harapan palsu. Itu hanya akan lebih menyakitinya di masa depan.

Setelah mengungkapkan keinginanmu, sebaiknya putuskan kontak untuk sementara. Ambil waktu untuk memulihkan diri masing-masing. 

"Mencoba untuk langsung menjalin persahabatan hanya akan membingungkan dan menyakitkan. Mungkin saja nantinya akan menjadi teman, tetapi hanya setelah kedua belah pihak memproses perpisahan dan melanjutkan hidup," kata Ashera DeRosa, LMFT, terapis hubungan.[]

terkait