Cacar Mewabah di Carolina Utara, Kelompok Antivaksin Bertanggung Jawab



By Sahistya Dhanes

Anak terkena cacar

AKURAT.CO, Wabah cacar menjangkiti warga Carolina Utara, kasus serupa telah terjadi secara berulang dalam beberapa dekade terakhir. Jumat (16/11) lalu, 36 siswa TK Asheville Waldorf dinyatakan terjangkit cacar, menambah panjang daftar penderita dalam kasus periode ini.

Carolina Utara dikenal sebagai daerah yang sangat antivaksin, banyak warga yang menolak vaksin karena alasan religius. Masyarakat antivaksin inilah yang dianggap sebagai 'jantung' penyebaran wabah penyakit di Carolina Utara. Jumlah mereka tidaklah sedikit, bahkan diyakini telah masuk ke sekolah-sekolah di mana mereka mendorong siswa-siswinya untuk tidak mengikuti program vaksinasi.

Ini adalah wabah cacar terbesar di negara bagian Carolina Utara sejak vaksin mulai diberlakukan, kata juru bicara Departemen Kesehatan Carolina Utara, dilansir dari laman BBC, Selasa (20/11).

baca juga:

Berdasarkan data, dari 152 siswa di TK Asheville Waldorf, 110 siswa atau 67,9 persen di antaranya tidak diberi vaksin oleh orangtua mereka karena alasan religius. Kini pihak sekolah telah sepakat dengan departemen kesehatan negara bagian untuk bekerja sama demi kesehatan siswa.

Kini orangtua siswa telah mengetahui apa yang terbaik bagi anak mereka. Kami, sebagai sekolah, tidak memiliki hak untuk membedakan siswa berdasarkan riwayat medis atau kondisi kesehatannya, ungkap salah seorang sumber dari sekolah.

Buoncombe County, daerah dengan 250.000 penduduk, menjadi daerah dengan tingkat penolakan vaksin tertinggi karena alasan religius di Carolina Utara. Departemen Kesehatan terus memantau keadaan ini.

Niat kami jelas, vaksinasi adalah perlindungan terbaik terhadap cacar, kata dr.Jennifer Mullendor selaku direktur kesehatan setempat.

Ketika kami melihat tingginya angka anak-anak dan orang dewasa yang tidak divaksin, kami mengetahui bahwa penyakit seperti cacar dapat menyebar dengan mudah di masyarakat, tambahnya.

Hukum di Carolina Utara mengharuskan vaksinasi kepada warganya, tetapi juga mengizinkan pengecualian dengan syarat medis atau alasan religius. Agama tidak melarang vaksin, namun dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan penolakan terhadap vaksin karena alasan agama.

Cacar air adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam, gatal, dan demam. Dalam kasus yang serius, dapat menyebabkan komplikasi seperti radang otak, radang paru-paru dan kematian. Virus menyebar melalui kontak atau batuk dan bersin. Usia paling rentan terkena virus ini adalah antara 1-12 tahun.

Vaksin anticacar sendiri telah berlaku sejak 1995 dan berhasil mencegah 3,5 juta kasus penyakit, 9.000 orang untuk dirawat di rumah sakit, serta 100 kematian setiap tahunnya.[]

terkait