Buya Arrazy Hasyim: Kalau Tidak Ada Habib, Agama Islam di Indonesia Tidak Ada

Menurut Buya Arrazy, agama Islam di Indonesia tidak akan ada hingga detik ini jika tidak ada Habib.

By Akmad Fauzi

Buya Arrazy Hasyim

AKURAT.CO Cendekiawan Muslim Indonesia Buya Arrazy Hasyim mengaku dirinya mencintai semua Habib. Istilah Habib sendiri biasa disematkan kepada ulama yang mempunyai garis keturunan dengan Nabi Muhammad SAW.

"Semua Habib alim, Habib jahil saya cinta. Mau Habib berpolitik, mau tidak berpolitik saya cinta karena dia dzuriyat Rasulullah SAW," kata Buya Arrazy dalam video dari YouTube Masjid Raya Bintaro Jaya TV, diunggah 10 Februari 2022.

Meskipun begitu, Pengasuh Ribath Nouraniyah ini mengaku dirinya mempunyai pendirian atas ilmu yang dipahami yang mungkin berbeda dengan pemikiran Habib. Seperti berbeda Mazhab atau lainnya.

baca juga:

"Tetapi saya punya pendirian. Saya mengaji, mereka juga mengaji. Mungkin kami beda guru. Dalam Mazhab pemikiran mungkin kami berbeda dengan Habib," kata Buya Arrazy.

"Boleh tidak? Habib dengan Habib aja berbeda. Habib Quraish Shihab beda dengan Habib Rizieq Shihab. Habib yang sering mengaji di sini, Habib Jindan beda dengan Habib Rizieq," imbuh pria kelahiran 21 April 1986 tersebut.

Maka dari itu, kata Buya Hasyim, pro kepada salah satu Habib bukan berarti pro kepada kebenaran. 

"Itu Mahabbah Antum saja, senangnya pergerakan yang mana. Saya terbebas, terlepas dari semua pendirian keagamaan ataupun politik mereka. Saya cuma mengatakan aku cinta kepada kalian," jelas Buya Arrazy.

Sebab menurut Buya Arrazy, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan: Cintailah Ahlu Bait-ku karena engkau cinta kepadaku. Sehingga, diriya mengaku senang dan menghormati Habib dari segi nasabnya.

"Karena saya memandang nasabnya Habib Rizieq, nasabnya Habib Jindan semuanya dzuriyat Rasulullah. Di darah mereka ada darah suci Rasulullah SAW. Karena hormat kepada darah mereka, nasab mereka maka kita cinta kepada mereka," terang Buya Arrazy.

terkait