Buya Arrazy Beberkan Ciri Orang yang Tidak Mengenal Allah, Diantaranya Cirinya Sering Kita Sepelekan

Menurut Buya Arrazy salah satu ciri orang yang tidak mengenal Allah adalah ketika ia menginginkan sesuatu terjadi, tetapi Allah SWT belum menghendakinya.

By Akmad Fauzi

Buya Arrazy Hasyim

AKURAT.CO Cendekiawan Muslim Buya Arrazy Hasyim menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang tidak mengenal Allah SWT. Bahwa tidaklah seorang hamba meninggalkan lingkaran kejahilan selama hamba itu menginginkan sesuatu terjadi, tetapi Allah SWT belum menghendakinya.

"Artinya keinginan dia tidak selaras dengan keinginan Allah," ujar Buya Arrazy dalam sebuah ceramahnya yang diunggah melalui channel YouTube Masjid Raya Bintaro Jaya TV, Senin (20/12/2021).

Dalam hal ini, Pengasuh Ribath Nouraniyah Ciputat itu memberi contoh dengan adanya virus Covid-19 yang saat ini menerjang hampir ke semua negara di dunia. Namun secara pasti belum ada ilmuan yang mengatakan jika virus ini akan berakhir. Bahkan, menurut beberapa pakar menyebutkan bahwa akan ada gelombang atau varian baru virus Covid-19. 

baca juga:

Lantas ketika seseorang berkeinginan agar terbebas dari virus Covid-19 ini secepatnya, sedangkan Allah SWT belum menginginkannya, maka menurut Buya Arrazy mereka termasuk orang-orang yang belum keluar dari lingkaran kejahilan. Sehingga dapat dikatakan bahwa mereka tidak mengenal Allah SWT.

"Bahwa Allah jika berkehendak, ya suka-suka Allah begitu ya," kata pria yang lahir di Kota Tangah, Payakumbuh Sumatera Barat pada 21 April tahun 1986, 

Bukan hanya masalah takdir, Buya juga memberi contoh dengan orang-orang yang mengajarkan ilmu agama. Seperti seorang guru yang mengajarkan ilmu agama kepada muridnya yang belum langsung memahami ilmu tersebut.

Buya Arrazy lalu menjelaskan, ketika seseorang berinteraksi dengan manusia berdasarkan hukum syariat zahir seperti halal, haram, sunnah, mubah, makruh dan lain-lain, maka permusuhan manusia akan lebih banyak.

"Kalau tidak mengerti belajar syariatnya, imam qunut ini rame sampai masuk tv kan, karena belajar syariatnya belum lengkap. Jadi kalau kita bermuamalah dengan orang lain, hanya menggunakan hukum zahir, hukum boleh, tidak boleh, kita sebut hukum fikih, kita musuhan terus sama orang," papar peraih gelar Doktoral di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Misalnya, Buya Arrazy mengatakan bahwa Mazhab Bukhari yang melarang memanjangkan sarung di bawah mata kaki. Kemudian ada seseorang yang melihat imam yang sarungnya panjang sampai ke mata kaki, maka orang tersebut langsung berpendapat, jangan-jangan imamnya ahli bidah.

terkait