Berada di Puncak Tebing, Yuk Intip Sejarah dan Keindahan Pura Uluwatu Bali

Pura Luhur Uluwatu dianggap sebagai salah satu dari enam pura terpenting di Bali bersama dengan Pura Besakih.

By Camelia Rosa

Pura Luhur Uluwatu

AKURAT.CO  Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Bali juga memiliki banyak tempat-tempat bersejarah dan religius. Salah satunya adalah Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu. Ya, Pura Uluwatu dianggap sebagai salah satu dari enam pura terpenting di Bali bersama dengan Pura Besakih.

Secara etimologis kata ulu berarti ujung, atas, atau puncak, sedangkan watu berarti batu. Jadi, Pura Uluwatu dapat diartikan sebagai tempat suci yang dibangun di puncak batu karang. 

Menurut situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya Pura Uluwatu. Pendapat pertama menyebutkan bahwa pura ini dibangun oleh Empu Kuturan, seorang biksu Majapahit yang juga mendirikan beberapa pura penting lainnya di Bali, seperti Sakenan di Denpasar, sekitar abad ke-9 atau ke-10.

baca juga:

Pura Uluwatu Unsplash/Jared Schwitzke

Sementara pendapat lain mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dhang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) asal Jawa Timur yang datang ke Bali pada tahun 1546 masehi. Saat berada di Bali, Dang Hyang Nirartha disebut-sebut menjadi bhagawanta (pendeta kerajaan) Gelgel pada masa keemasan Dalem Waturenggong sekitar tahun 1550-an.

Setelah melakukan perjalanan spiritual berkeliling Pulau Bali, Dang Hyang Nirartha memilih Pura Uluwatu sebagai tempat ibadah terakhir perjalanan spiritualnya. Konon, sang Pedanda mendapatkan moksa, yaitu meninggalkan marcapada (dunia) menuju swargaloka (surga), di pura ini. Umat ​​Hindu Bali percaya bahwa Dang Hyang Nirartha mencapai titik spiritual tertinggi dengan sambaran petir dan benar-benar menghilang.

Wisata Pura Luhur Uluwatu

Secara administrasi Pura Uluwatu berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Memiliki luas lahan 5000 m persegi, Pura Uluwatu dibangun di sebuah tebing menjorok ke Samudera Indonesia dengan ketinggian 79 Mdpl. 

Pura Uluwatu terdiri dari tiga halaman, yaitu luar (jaba sisi), tengah (jaba tengah), dan utama (jeroan). Pada bagian pintu masuk terdapat  Candi Paduraksa yang bersayap. Candi tersebut sama dengan candi masuk di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Denpasar Selatan. Ada pula patung brahmana menghadap ke Samudera Hindia di salah satu pelataran Pura Uluwatu. Ini dianggap sebagai representasi dari Dhang Hyang Dwijendra. 

Pura Uluwatu Unsplash/Polina Kuzovkova

Jika berkunjung ke Pura Uluwatu, kamu tidak perlu khawatir karena fasilitasnya sudah lengkap, seperti toilet, warung makan, parkir mobil, dan toko suvenir tersedia. Namun fasilitas tersebut tidak berada di dalam kawasan candi, melainkan terletak di areal parkir yang berada di depan pintu gerbang utama candi. 

terkait