Beberkan Nasib Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi, BI Ungkap Ini!

Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, perkembangan Nilai Tukar 20 hingga 24 Juni 2022.

By Siti Ayu Rachma

Suasana gedung Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, Bank Indonesia memiliki beberapa instrumen termasuk yang sifatnya hedging instrumen seperti Domestic Non Delivery Forward (DNDF). Instrumen transaksi DNDF ini memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar, sehingga mengurangi demand di pasar spot.

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, perkembangan nilai tukar 20 hingga 24 Juni 2022.

Pada akhir hari Kamis, 23 Juni 2022, Rupiah ditutup melemah di level (bid) Rp14.835 per dolar AS. Kemudian Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun di 7,40 persen, DXY melemah ke level 104,43, dan Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun turun ke level 3,087 persen.

" Sedangkan pada pagi hari Jumat, 24 Juni 2022, Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.833 per dolar AS dan Yield SBN 10 tahun turun di level 7,38 persen," tulis keterangan resmi, Jumat (24/6/2022).

baca juga:

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Juni 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu IV Juni 2022 diperkirakan sebesar 0,50 persen (mtm).

Sementara, penyumbang utama inflasi Juni 2022 sampai dengan minggu IV yaitu cabai merah sebesar 0,17 persen (mtm), cabai rawit sebesar 0,11 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,08 persen (mtm), telur ayam ras 0,05 persen sebesar (mtm), tomat sebesar 0,04 persen (mtm), air kemasan, nasi dengan lauk, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), kangkung, bayam, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Serta komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,05 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,04 (mtm), angkutan antar kota sebesar 0,03 persen (mtm), serta daging sapi, bawang putih, udang basah, dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

"Di sisi lain, Aliran Modal Asing pada Minggu 4 Juni 2022, Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 130,99 bps per 23 Juni 2022 dari 130,84 bps per 17 Juni 2022," jelasnya.

Berdasarkan data transaksi 20 Juni hingga 23 Juni 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp8,35 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp5,25 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp3,10 triliun. Sedangkan data setelmen s.d 23 Juni 2022 (ytd), nonresiden jual neto Rp105,09 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp67,55 triliun di pasar saham.[]

 

 

terkait