Bantah Tudingan Dana Haji untuk IKN, Menag: Itu Tidak Benar

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qaumas kembali membantah informasi bahwa dana haji digunakan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

By Akmad Fauzi

Pekerja menyelesaikan pembuatan prasasti bergambar peta Indonesia di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (19/4/2022).

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qaumas kembali membantah informasi bahwa dana haji digunakan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pihaknya menegaskan hal tersebut adalah tidak benar dan termasuk hoaks.

"Tidak benar kalau ada informasi yang mengatakan dana haji digunakan untuk keperluan membangun IKN. Itu sama sekali tidak benar,” tegas Menag Yaqut usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Selasa (17/5/2022).

Menag menambahkan, selama ini, hasil optimalisasi dana jemaah haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) justru ikut mendukung pendanaan penyelenggaraan haji. Karenanya, pihaknya menyebut, biaya yang harus dikeluarkan oleh jemaah haji lebih ringan.

baca juga:

Lebih lanjut, Menag kembali menegaskan bahwa sejak 2018, Kementerian Agama memang sudah tidak lagi menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam tata kelola dana haji.

Hal ini juga disampaikan kembali oleh Kepala BPKH Anggito Abimanyu. Dia mengatakan, seluruh pembiayaan haji sudah siap. 

Sementara untuk jumlah yang disediakan sudah sesuai dengan hasil kesepakatan Pemerintah dan DPR. Untuk itu, pihaknya menyampaikan, BPKH sudah siap mentransfer dana tersebut untuk keperluan pembiayaan layanan akomodasi, transportasi, dan katering, melalui Kementerian Agama. 

“Jadi biaya haji yang dibutuhkan itu 81,7 juta rupiah per jemaah atau totalnya 7,5 triliun rupiah, sudah kami persiapkan. Jemaah haji membayar sekitar Rp39,9 juta. Jadi sudah sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah dan disetujui DPR,” jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi pada tahun ini memberikan kuota haji Indonesia sebesar 100.051 orang. Kuota ini terdiri atas 92.825 haji regular dan 7.226 haji khusus. Sementara itu, para jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 3 Juni dan pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama dilakukan pada 4 Juni 2022.

Bagi jemaah yang menunaikan ibadah haji, selama di Arab Saudi, akan menerima layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, dan juga kesehatan. Untuk akomodasi di Madinah, dipastikan jemaah akan menempati hotel di wilayah Markaziyah dengan jarak terjauh 650 meter dari Masjid Nabawi. Sementara di Makkah, jarak terjauh hotel Jemaah adalah 4 km dari Masjidil Haram. []

terkait