Bagaimana Hukum Orang yang Mampu Tapi Tidak Berkurban?

Hukumnya bisa mendekati dosa.

By Lufaefi

Pekerja memberi makan sapi kurban.

AKURAT.CO Kurban hanya diperuntukan bagi mereka yang mampu dan memiliki kelebihan harta setelah memenuhi kebutuhannya. Baik memenuhi kebutuhan dirinya maupun keluarganya.

Ibadah kurban merupakan ibadah yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan, ibadah ini masuk dalam kategori ibadah sunah mu'akkadah.

Dalam riwayat Imam al-Tirmidzi disebutkan sabda Nabi:

baca juga:

أُمِرْتُ بِالنَّحَرِ وَهُوَ سُنَّةٌ لَكُمْ

Artinya: "Aku diperintahkan berkurban, dan hal tersebut sunah bagi kalian". (HR al-Tirmidzi).

Ada banyak dalil yang menguatkan akan disunahkannya ibadah kurban. Selain disebutkan di dalam Al-Qur'an, hadits Nabi pun banyak menyebutkan demikian. Misalnya, hadits Ummu Salamah yang menyebutkan bahwa Nabi bersabda:

 إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِيْ الْحِجَّةِ  وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعَرِهِ وَأظْفَارِهِ

Artinya: "Bila kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian menghendaki berkurban, maka tahanlah rambut dan kukunya (untuk tidak dipotong)". (HR Muslim dan lainnya).

Meski demikian, ada sebagian ulama yang mewajibkan berkurban bagi siapa saja yang mampu. Pandangan ini adalah pandangan Abu Hanifah. 

terkait