Australia Identifikasi Pria yang Kembali dari Eropa dengan Kasus Dugaan Cacar Monyet

Australia Identifikasi Pria yang Kembali dari Eropa dengan Kasus Dugaan Cacar Monyet

By Endarti

Australia telah mengumumkan kemungkinan kasus pertama dari infeksi cacar monyet. Sementara Kanada telah mengkonfirmasi dua kasus pertamanya

AKURAT.CO Pihak berwenang Australia telah mengidentifikasi kemungkinan kasus cacar monyet pada seorang pria yang baru saja kembali dari Eropa. Laporan ini datang bersamaan dengan Kanada, yang mengonfirmasi dua kasus pertamanya. 

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit langka yang biasanya paling sering muncul di daerah-daerah terpencil di Afrika Tengah dan Barat. Namun, belakangan ini, wabah infeksi itu terjadi di negara-negara non-endemik, termasuk Inggris, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Dilaporkan di Australia, seorang pria yang diduga terinfeksi mengembangkan gejala ringan beberapa hari setelah kembali ke Sydney. 

baca juga:

Dikonfirmasi pula oleh departemen kesehatan negara bagian New South Wales (NSW), bahwa pasien pria itu menderita gejala klinis yang sesuai dengan infeksi cacar monyet. 

Kini, ia dan kontak terdekatnya di rumah telah berada dalam  isolasi.

Kanada, sementara itu, telah melaporkan dua kasus cacar monyet. Dua pasien itu pun menjadi kasus konfirmasi pertama bagi Kanada, usai sebelumnya mereka menyelidiki lebih dari selusin dugaan infeksi.

"Malam ini, Provinsi Quebec diberi tahu bahwa dua sampel yang diterima oleh NML (Laboratorium Mikrobiologi Nasional) telah dinyatakan positif cacar monyet. Ini adalah dua kasus pertama yang dikonfirmasi di Kanada,"  kata Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dalam sebuah rilis, pada Kamis (19/5) malam waktu setempat. 

Selanjutnya 17 kasus yang dicurigai sedang diselidiki di Montreal, kota terbesar Quebec, kata pihak berwenang.

Cacar monyet telah diidentifikasi di beberapa negara non-endemik di Eropa dan Amerika Utara bulan ini setelah Inggris memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia tentang sebuah kasus pada awal Mei.

Otoritas kesehatan menduga beberapa infeksi mungkin terjadi melalui kontak seksual-dalam hal ini di antara pria gay atau biseksual. Empat kasus di Inggris telah diidentifikasi di antara orang-orang yang mengunjungi klinik kesehatan seksual setelah mengalami gejala ruam yang terkait dengan cacar monyet.

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah menggarisbawahi bahwa 'siapa pun, terlepas dari orientasi seksualnya, dapat menyebarkan cacar monyet'.

"Siapa pun dapat menyebarkan cacar monyet melalui kontak dengan cairan tubuh, luka cacar monyet, atau barang-barang bersama (seperti pakaian dan tempat tidur) yang telah terkontaminasi dengan cairan atau luka orang yang terkena cacar monyet," kata CDC pada Rabu, menambahkan bahwa disinfektan rumah tangga dapat membunuh virus cacar monyet yang berada di permukaan.

Penyakit cacar monyet pertama kali tercatat di Republik Demokratik Kongo pada 1970-an dan sebagian besar terjadi di Afrika Barat dan Tengah. Mirip dengan cacar manusia, penyakit ini hanya lebih ringan. Gejala yang muncul  biasanya termasuk demam, sakit kepala, dan ruam kulit yang dimulai di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Pasien biasanya sembuh dalam beberapa minggu.

Pejabat kesehatan di NSW telah mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengelola setiap potensi kasus cacar monyet. Ini termasuk peringatan klinis kepada para dokter dan rumah sakit di seluruh negara bagian, kata Kepala Petugas Kesehatan NSW Kerry Chant. []

terkait