Angkatan Kerja Indonesia Masih Didominasi Pekerja Level Operator



By Aji Nurmansyah

Pekerja memeriksa komponen pesawat NC212i di Hanggar Fixed Wing PT Dirgantara Indonesia (PTDI), di Bandung, Jawa Barat.

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Bambang Satrio Lelono mengatakan saat ini Kompetensi tenaga kerja Indonesia masih di level operator. Pasalnya menurut Bambang hanya 12% angkatan kerja yang lulusan perguruan tinggi.

Sementara sebagian besar komposisi angkatan kerja di dominasi oleh lulusan SMP dan SMA. Sehingga untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia ini. Perlu adanya pembenahan secara menyeluruh.

Sebanyak 60% berpendidikan SMP ke bawah, sebanyak 27% pendidikan SMA sederajat, dan 12% lulusan perguruan tinggi. Dari komposisi ini angkatan kerja nasional 88% didominasi operator dan hanya 12% memiliki kemampuan perekayasa (engineer), ujar Bambang di Jakarta, Senin (16/4).

baca juga:

Jumlah total angkatan kerja di Indonesia cukup besar, berdasarkan data Kemenaker, total angkatan kerja usia produktif mencapai 192 juta orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 128 juta angkatan kerja, 64 juta bukan angkatan kerja produktif (ibu rumah tangga dan lain-lain).

Dari angkatan kerja sebesar 121 juta orang, sebanyak 7,04 juta orang adalah penganggur terbuka. Sementara dalam pasar kerja jumlah pekerja paruh waktu atau setengah menganggur sangat besar sekitar 51 juta orang.

Ia menyanyangkan justru pendidikan menengah ke atas yang banyak menganggur. Hal ini yang harus diantisipasi sejak di pendidikan menengah dan tinggi. Hal itu terjadi menurut Bambang karena adanya missmacth antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri atau under qualified di pasar kerja.

Karena itu pemerintah mengintensifkan Balai Latihan Kerja (BLK). Untuk memberikan skill teknis kepada angkatan kerja yang masih di bawah standar industri. Sementara untuk jangka panjang pemerintah mulai mengintensifkan pendidikan berbasis vokasi. []

terkait