Bahlil Targetkan Penerimaan Investasi Hingga Rp250 Triliun Lewat Ajang Presidensi G20

Menteri Bahlil: ini angka kasar. Target kami, minimal Rp200 triliun-Rp250 triliun itu bisa dijadikan target.

By Wayan Adhi Mahardika

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2022).

AKURAT.CO, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menargetkan, investasi dalam presidensi G20 2022 bisa mencapai Rp200 triliun, hingga Rp250 triliun.

"ini angka kasar. Target kami, minimal Rp200 triliun-Rp250 triliun itu bisa dijadikan target,"kata Bahlil saat inagurasi forum Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20, Selasa (8/2/2022).

Ia mengatakan angka tersebut masih menjadi hitungan kasar, namun dapat dijadikan patokan target.

baca juga:

Bahlil mengharapkan investasi tersebut dapat didorong diberbagai sektor hilirisasi terutama untuk program hilirisasi mineral dan batu bara.

"ini kita fokus hilirisasi Sektor apa? batubara untuk menuju pada DME (Dimetil Eter) dan Metanol, kemudian Nikel menuju ke baterai, cooper harus ada sampai dengan minimal 70 persen nilai tambahnya,” katanya.

Bahlil juga mengharapkan investasi yang masuk di Indonesia bisa bekelanjutan dan adil bagi masyarakat Indonesia.

"kita punya sumber daya luar biasa, dunia meninggalkan fosil, masuk mobil listrik. kita satu-satu negara mendorong industri hulu ke hilir, tak ada negara dunia bangun battery cell industry dari tambang,"katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menargetkan nilai investasi Rp1.200 triliun atau lebih tinggi 30 persen dibandingkan tahun lalu.

Target investasi tahun 2021 kemarin  senilai Rp900 triliun berhasil dipenuhi dengan capaian 100,1 persen atau senilai Rp901,02 triliun. 

Bahlil Lahadalia mengatakan, target investasi tersebut agar Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5% di 2022. Ia mengatakan, target ini akan tercapai jika pandemi Covid-19 terkendali.

Adapun, strategi BKPM untuk mengejar target investasi 2022 yaitu, sebanyak 40% akan didorong untuk investasi sektor hilirisasi komoditas. Menurut Bahlil, investasi sektor hilirisasi memiliki efek pertumbuhan yang berbeda dengan investasi sektor infrastruktur. Untuk itu pihaknya akan terus mendorong hirilisasi komoditas seperti nikel, bauksit, dan juga timah.[]

terkait