5 Wabah Penyakit Terdahsyat Sepanjang Sejarah, Ada yang Bunuh Ratusan Juta Orang Kurang dari Dua Tahun



By Endarti

Flu Spanyol

AKURAT.CO, Saat ini, media internasional tengah menyoroti wabah kolera hebat yang menjangkiti ribuan warga Yaman. Pasalnya, sejak 2017 lalu, ratusan ribu warga Yaman terkena penyakit menular ini. Hingga, pada Oktober 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut wabah kolera yang menimpa Yaman adalah yang paling terburuk di dunia.

Namun, agaknya Yaman masih harus berjibaku menghadapi wabah kolera lantaran berita terakhir menyebutkan adanya 440 ribu kasus kolera yang terjadi di Yaman pada tahun 2019. Ratusan orang dinyatakan meninggal akibat kolera, dan pada tahun ini, penderita kolera di Yaman didominasi oleh anak-anak.

Sebenarnya, wabah penyakit memang kerap melanda penduduk dunia. Bahkan, dalam catatan sejarah, ada banyak wabah yang lebih parah dari wabah kolera yang saat ini tengah menyerang Yaman.

baca juga:

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (10/7) merangkum 5 wabah penyakit terdahsyat yang pernah menyerang umat manusia.

1. Black Death

FactRetriever

Black Death atau Maut Hitam, atau juga biasa disebut dengan Wabah Hitam merupakan epidemi pertama yang pernah melanda Eropa. Bahkan, Wabah Hitam ini disebut-sebut sebagai salah satu wabah terburuk yang pernah menyerang umat manusia. Pasalnya, Wabah Hitam ini diperkirakan telah melenyapkan separuh populasi Eropa, yaitu sekitar 50-75 juta warga pada sekitar tahun 1346-1353.

Meskipun epidemi Wabah Hitam sudah dianggap telah lenyap, tetapi WHO menyebut bahwa adanya kasus Wabah Hitam di Madagaskar setelah adanya laporan 171 kematian warga pada Agustus hingga November 2017 lalu.

Berdasarkan penjelasan para ahli kesehatan, Wabah Hitam ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis yang dibawa oleh kutu yang hidup di tubuh tikus atau hewan pengerat lainnya (namun pada 2018 lalu, beberapa peneliti menyebutkan bahwa penyebaran epidemi lebih disebabkan oleh kutu manusia yang terkena bakteri Yersinia Pestis).

Kutu (baik kutu manusia atau kutu tikus) yang membawa bakteri tersebut kemudian terbang ke tubuh manusia dan membuat Yersinia Pestis dapat masuk melalui kulit manusia. Yersinia Pestis dianggap sangat berbahaya karena ia mampu menyerang getah bening manusia dan membuatnya menjadi membengkak dan berwarna hitam.

Pembengkakan kelenjar getah bening ini umumnya muncul di leher, ketiak, serta pangkal paha manusia hingga berukuran sebesar buah apel. Manusia yang terkena wabah ini biasanya hanya bertahan dalam hitungan satu minggu.

2. Cacar

Weebly

Cacar memang menjadi salah satu penyakit menular yang hingga kini masih melanda manusia. Namun, manusia pada abad modern boleh bernapas lega lantaran wabah cacar sudah berkurang secara drastis. Terciptanya vaksin cacar serta pengobatan yang maju pada era sekarang ini memang turut berperan penting dalam pencegahan epidemi cacar.

Tetapi, wabah cacar sendiri tercatat sudah muncul pada zaman pra-sejarah, yaitu sejak 10 ribu tahun SM. Jika dihitung-hitung total, angka kematian karena wabah cacar tidak bisa dihitung. Namun, yang jelas, pada abad ke-18 silam, wabah cacar setidaknya berhasil membunuh sekitar 60 juta penduduk Eropa.

Pada waktu itu, korban wabah cacar didominasi oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun, yaitu mencapai hingga 80 persen. Sementara, diperkirakan 1/3 penduduk yang bertahan dari serangan wabah harus menderita kebutaan.

Sedangkan pada abad ke-20, para ahli kesehatan memperkirakan jumlah kasus kematian akibat cacar mencapai angka 300 hingga 500 juta jiwa diseluruh dunia.

3. Flu Spanyol

RespectfulInsolence

Sebelum warga dunia mengenal wabah flu burung, flu babi, atau MERS, ada satu macam flu yang nyatanya pernah menjadi momok manusia awal abad ke-19. Ialah flu Spanyol, jenis flu yang pernah menyerang penduduk di seluruh dunia pada rentang tahun 1918 hingga 1919.

Akibat wabah flu Spanyol, 50 hingga 100 juta orang di berbagai negara tewas hanya dalam kurun waktu 2 tahun saja. Alhasil, flu Spanyol disebut-sebut sebagai 'The Mother of All Pandemics' (ibunya dari semua wabah) yang lebih berbahaya dari pada perang, senjata nuklir, serta ancaman teroris.

Tanda-tanda flu ini sebenarnya hampir sama dengan flu-flu pada umumnya, yaitu tenggorokan yang sakit, sakit kepala, serta demam. Namun, kebanyakan kasus flu Spanyol yang berat membuat penderita mengalami kedinginan serta kelelahan yang luar biasa. G

ejala ini juga disertai dengan mimisan, muntah-muntah, diare, herpes, hingga terserang pneumonia atau paru-paru basah. Jika penderita sudah sampai pada tahapan pneumonia, maka kecil kemungkinan, penderita akan bisa bertahan.

4. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

BorneoPostOnline

Semua warga dunia tahu jika AIDS adalah salah satu penyakit menular yang hingga kini masih menjangkiti manusia. Belum tersedianya obat untuk menyembuhkan AIDS menjadi salah satu penyebab utama mengapa virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih merajalela hingga detik ini.

Meskipun saat ini para penderita AIDS dimudahkan dengan terapi anti-retroviral (ART), tetapi perawatan tersebut hanya berfungsi untuk memperpanjang usia pasien serta mengurangi risiko penularan HIV. Alhasil, AIDS masih menjadi ancaman yang merenggut ratusan ribu nyawa manusia setiap tahunnya.

Sebenarnya, para ahli kesehatan pertama kali mengidentifikasi AIDS sekitar tahhun 1981. Kala itu, lebih dari 25 juta orang meninggal karena virus HIV. Sementara pada tahun 2005, tercatat ada sekitar 2,8 hingga 3,6 juta penduduk dunia yang terjangkit AIDS. Ini berarti, ada sekitar 8.500 kasus AIDS terjadi setiap harinya. Kemudian, dari keterangan WHO, 670 ribu warga Afrika dinyatakan tewas akibat AIDS pada tahun 2017 lalu.

5. Malaria

Steemit

Hampir sama seperti AIDS, hingga kini malaria masih menjadi salah satu pandemik yang menjadi mimpi buruk bagi manusia. Pada tahun 2016 lalu misalnya, diperkirakan ada sekitar 216 juta kasus malaria dengan angka kematian mencapai angka 445 ribu hingga 731 ribu jiwa di seluruh dunia.

Diperkirakan 90 persen kasus berasal dari Benua Afrika. Sebagai benua yang paling rentan dijangkiti nyamuk Anopheles betina, Afrika setidaknya harus rela merugi sekitar USD 12 miliar (Rp 169,6 triliun lebih) setiap tahunnya lantaran biaya kesehatan yang terus membengkak, turunnya angka kunjungan pariwisata kerena malaria, hingga banyak penduduk yang tidak bekerja karena terjangkit malaria.

Itulah 5 wabah penyakit terdahsyat yang pernah melanda umat manusia. Namun, beberapa di antaranya ternyata masih menjangkiti umat manusia.[]

terkait