5 Strategi Untuk Mengatasi Anak yang Manipulatif, Ayah-Bunda Harus Satu Suara

Tindakan manipulatif tidak dilakukan hanya oleh orang dewasa tapi juga anak-anak. Begini cara mengatasinya, Bun!

By Camelia Rosa

Ilustrasi - Cara mengatasi anak yang manipulatif

AKURAT.CO Manipulasi adalah tindakan mendapatkan kendali atas seseorang atau membuat seseorang menyerah pada tuntutan seseorang dengan menggunakan taktik yang terampil. Ini tidak dilakukan hanya oleh orang dewasa tapi juga anak-anak. Ya, anak-anak pun bisa memanipulasi orang tuanya dengan berbagai alasan, mulai dari kebutuhan emosional hingga keuntungan semata.

Terkadang, manipulasi bisa berupa verbal, seperti ketika anak-anak dengan sengaja mengatakan bahwa Bunda tidak perhatian dan menyayanginya. Namun, di lain waktu, anak mungkin menggunakan taktik lain.

"Anak-anak dapat belajar bagaimana mendapatkan tanggapan tertentu dari orang tua mereka sejak usia sangat muda. Biasanya tidak sebelum 15 bulan, tetapi beberapa anak dapat memahami dinamika ini dengan cepat," kata psikolog klinis Dr. Susan Rutherford, dikutip AKURAT.CO, Senin (20/6/2022). 

baca juga:

Penting untuk dipahami bahwa ini bukan berarti anak memiliki sifat jahat, Sangat wajar bagi anak-anak untuk berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan. Wajar pula bagi Bunda dan Ayah sebagai orang tua untuk merasa frustrasi dan lelah, dan terkadang menyerah pada perilaku ini.

"Anak-anak tidak memiliki kapasitas untuk memanipulasi dengan cara yang orang dewasa pikirkan tentang memanipulasi. Anak-anak hanya menggunakan keterampilan dan interaksi  untuk memenuhi kebutuhan mereka," tegas psikolog berlisensi Dr. Emily W. King.

Namun, sangat penting untuk menarik garis dan menghentikan pola manipulasi tersebut. Beberapa cara untuk mengatasi manipulasi anak antara lain:

Selalu tanggapi tetapi jangan pernah bereaksi

Bereaksi selalu dapat menghasilkan konflik yang tidak pernah berakhir. Karenanya, Bunda harus bisa menanggapi permintaan anak dengan bijak. Misalnya, Bunda bisa mengatakan, "Bunda tahu kamu merasa tidak senang karena tidak memilikinya, tetapi percayalah, kita akan menyelesaikannya bersama."

Jangan mau terbawa emosional

terkait