News

Amnesty International Ungkap Taliban Bunuh 13 Etnis Minoriras Hazara, Termasuk Remaja 17 Tahun

Amnesty International Ungkap Taliban Bunuh 13 Etnis Minoriras Hazara, Termasuk Remaja 17 Tahun


Amnesty International Ungkap Taliban Bunuh 13 Etnis Minoriras Hazara, Termasuk Remaja 17 Tahun
Taliban juga sebelumnya telah dituding oleh Amnesty International membunuh sembilan etnis Hazara dalam pembantaian Juli. (EPA via BBC)

AKURAT.CO, Pasukan Taliban dilaporkan secara tidak sah mengeksekusi 13 etnis minoritas Hazara di provinsi Daykundi, Afghanistan pada 30 Agustus. Laporan ini diungkap oleh Amnesty International (AI) dengan menyebut bahwa bahwa pembantaian tersebut tampaknya adalah kejahatan perang. 

Dalam laporannya, AI mengaku menemukan bukti bahwa para korban dari etnis Hazara itu telah dibunuh Taliban di desa Kahor yang terletak di distrik Khidir. Sebelas korban pembunuhan adalah mantan anggota Pasukan Keamanan Pertahanan Nasional Afganistan, dan sembilan yang dianiaya dikatakan sudah menyerah.

Sementara dua korban lain adalah warga sipil, termasuk seorang gadis berusia 17 tahun yang tewas tertembak ketika Taliban menembaki kerumunan keluarga tentara.

Para warga sipil itu meninggal ketika mereka berusaha melarikan diri, kata Amnesty dalam laporan yang diterbitkan pada hari Selasa (5/10).

"Taliban di luar hukum telah mengeksekusi sembilan Pasukan Keamanan Pertahanan Nasional Afganistan setelah mereka menyerah, pembunuhan yang tampaknya merupakan kejahatan perang. Dua warga sipil tewas ketika mereka berusaha melarikan diri dari daerah itu, termasuk seorang gadis berusia 17 tahun yang ditembak ketika Taliban menembaki kerumunan orang," kata AI dalam rilis beritanya, dikutip dari CNN.

AI juga menyebut mereka memiliki bukti dan telah memverifikasi gambar hingga video yang direkam setelah insiden tersebut. AI mengaku ikut mengutip kesaksian para saksi dan menyusun peristiwa dalam garis waktu, dimulai dengan Taliban menguasai provinsi Daykundi pada 14 Agustus.

Menurut AI, pada 30 Agustus, ada sekitar 300 pejuang Taliban melakukan perjalanan ke desa, tempat di mana para anggota mantan pasukan pemerintah tinggal bersama keluarga mereka. Saat Taliban tiba, mantan anggota pasukan keamanan Afghanistan dan keluarga mereka berusaha melarikan diri. Namun, Taliban mengejar mereka dan melepaskan tembakan.

Menurut AI, seorang mantan tentara sempat membalas tindakan keras tersebut, dan menewaskan seorang pejuang Taliban dan melukai yang lain. Sementara dua mantan tentara pemerintah lainnya tewas dalam baku tembak berikutnya.

Sembilan mantan tentara lainnya kemudian menyerah, menurut laporan itu, tetapi Taliban 'segera menyeret mereka ke lembah sungai terdekat dan melakukan eksekusi'.

"Eksekusi berdarah dingin ini adalah bukti lebih lanjut bahwa Taliban melakukan pelanggaran mengerikan yang sama yang mereka lakukan selama pemerintahan mereka sebelumnya di Afganistan. Taliban mengatakan mereka tidak menargetkan mantan pegawai pemerintah sebelumnya, tetapi pembunuhan ini bertentangan dengan klaim tersebut," kata Sekretaris Jenderal AI, Agnes Callamard.

Sementara Taliban sendiri telah membantah tuduhan pembantaian dan mengatakan bahwa laporan AI hanya menunjukkan 'satu sisi' dari cerita tersebut. 

"Laporan ini dipandang dari sudut sepihak dan kami meminta semua organisasi internasional untuk datang dan melakukan penyelidikan yang tepat di lapangan. Ini bukan kesimpulan yang dapat diterima dan bebas dari transparansi," kata juru bicara kementerian dalam negeri Taliban, Qari Saeed Khosti, saat berbicara kepada BBC.

Komunitas Hazara adalah kelompok etnis terbesar ketiga di Afganistan. Mereka mempraktikkan Islam Syiah dan telah menghadapi diskriminasi dan penganiayaan jangka panjang di Afghanistan dan Pakistan yang didominasi Sunni. 

Kekhawatiran atas penganiayaan minoritas etnis dan agama seperti Syiah Hazara makin meningkat usai Amerika Serikat menarik pasukan dan Taliban mengambil alih Afganistan. Mengingat, kelompok minoritas itu sebelumnya juga menjadi sasaran di era pemerintah Taliban sebelumnya.

Laporan AI pada pekan ini juga tercatat menjadi kedua kalinya Taliban dituduh membunuh para etnis Hazara sejak kelompok itu berkuasa pada Agustus. AI pada Agustus juga melaporkan kasus serupa, di mana Taliban dikatakan telah membantai sembilan anggota minoritas Hazara di provinsi Ghazni pada Juli. []