Olahraga

Amir Khan Pensiun, Tinggalkan Jejak Pakistan di Tanah Inggris

Amir Khan pensiun di usia 35 tahun dengan jejak gelar juara dunia kelas ringan-welter WBA dan IBF.


Amir Khan Pensiun, Tinggalkan Jejak Pakistan di Tanah Inggris
Mantan juara dunia tinju kelas menengah, Amir Khan, dalam sesi konferensi pers menjelang laga kontra Samuel Vargas, di Birmingham, Inggris, Kamis (6/9). (REUTERS/Andrew Couldridge)

AKURAT.CO, Petinju Inggris berdarah Pakistan, Amir “King” Khan, resmi pensiun pada Jumat (13/5). Khan menggantung sarung tinjunya di usia 35 tahun dengan catatan 40 pertarungan dengan 34 di antaranya diselesaikan dengan kemenangan.

“Ini waktunya untuk menggantung sarung tinju saya. Saya bersyukur memiliki karier yang luar biasa dan terbentang lebih dari 25 tahun,” kata Khan sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya dan untuk tim luar biasa yang bekerja bersama saya dan untuk keluarga saya, teman, penggemar, atas cinta dan dukungan yang sudah mereka tunjukkan kepada saya.”

baca juga:

Menempuh pertarungan profesional pertamanya pada 16 Juli 2005 dalam usia 18 tahun, Khan mulai dikenal publik selepas mendapatkan medali perak di Olimpiade Athena 2004. Meski ketika itu Khan dikalahkan wakil Kuba, Mario Kindelan, namun ia tercatat sebagai warga Inggris pertama yang meraih medali cabang tinju olimpiade.

Gelar besar pertamanya terjadi di Manchester, Inggris, 18 Juli 2009. Saat itu Khan menang angka sekaligus merebut gelar juara dunia WBA kelas ringan-welter dengan mengalahkan petarung asal Ukraina, Andreas Kotelnik.

Dua tahun kemudian, Khan merebut gelar IBF dengan mengalahkan petinju asal Amerika Serikat, Zab Judah. Khan kehilangan gelar tersebut setelah kalah atas Lamont Peterson di tahun yang sama namun kembali mendapatkan gelarnya karena kemenangan Peterson dibatalkan akibat sang petinju diketahui menggunakan doping.

Sepanjang kariernya, Khan juga naik ring menghadapi nama-nama besar seperti Danny Garcia, Canelo Alvarez, Terence Crawford, dan Kell Brook. Sayangnya, menghadapi tiga petinju itu, Khan harus takluk.

Selain karena keberhasilannya menjadi juara dunia, keberadaan Khan di dunia tinju menjadi “berbeda” karena posisinya sebagai anak imigran di Inggris. Khan lahir di Manchester, Inggris, 8 Desember 1986, dengan orang tua pendatang dari Punjab, Pakistan.

Penampilannya di Olimpiade Athena menginspirasi warga imigran di Inggris. Khan juga termasuk orang yang tak segan membicarakan soal rasisme di mana ia tercatat sebagai pendukung aktif organisasi penghargaan untuk penulis muslim di Inggris, Muslim Writers Awards.[]