Entertainment

Amelia Hapsari, Orang Indonesia Pertama yang Jadi Juri Oscar


Amelia Hapsari, Orang Indonesia Pertama yang Jadi Juri Oscar
Amelia Hapsari, direktur program In-Docs (In-Docs)

AKURAT.CO, Amelia Hapsari mendapat undangan dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) untuk terlibat dalam penjurian Piala Oscar tahun depan.

Amelia pun menjadi orang Indonesia pertama yang diundang oleh organisasi profesi sineas di industri perfilman Hollywood.

AMPAS sendiri diketahui mengundang 819 nama untuk menjadi juri. 45 persennya adalah perempuan dan 36 persennya non-kulit putih.

Hal ini dipicu adanya gerakan #OscarsSoWhite pada 2016 terkait dominasi kulit putih di AMPAS. AMPAS lantas berjanji untuk menambah jumlah anggota perempuan serta kulit hitam, etnis Asia, dan minoritas etnis lainnya (Black, Asian, and Minority Ethnic; BAME).

Amelia mengatakan baru tahu namanya menjadi bagian dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences dari orang yang merekomendasikannya. 

Dia tidak tahu profil yang diminta oleh rekannya beberapa waktu lalu ternyata digunakan untuk rekomendasi masuk Academy.

"Orang yang rekomendasikan saya juga baru mengirimkan email sesudah pengumuman. Dia bilang, 'kamu enggak tahu ya kenapa waktu itu aku minta profil dan CV kamu'. Saya memang enggak tahu," kata Amelia pada Jumat, 3 Juli 2020, dilansir Antara.

Amelia sendiri mengungkapkan jika tidak menjamin film Indonesia bisa masuk ke ajang bergengsi dalam waktu dekat.

Namun, pastinya dia akan menggunakan suaranya untuk memilih film yang betul-betul layak agar bisa masuk ke ajang kompetisi dan menang.

"Saya harap kemudian saya bisa menggarisbawahi film yang sebetulnya memperjuangkan dan memperlihatkan keberagaman berekspresi," katanya.

Amelia Hapsari adalah Direktur Program In-Docs, sebuah lembaga nirlaba untuk film dokumenter.

Lembaga ini bertujuan untuk memperkenalkan film- film dokumenter dari Asia Tenggara. Lembaga ini juga mencoba menghubungkan para pembuat film dokumenter se-Asia Tenggara dengan industri dan investor film internasional lewat forum forum global Docs By The Sea.

"Mereka melihat kerja saya dalam membawa film-film dokumenter Asia ke dunia. Mereka merasa orang-orang seperti ini harus masuk academy karena bisa membawa keberagaman di kompetisi Oscar," ujar Amelia.

"Di kalangan industri dokumenter internasional ada banyak orang progresif yang merasa kita harus membawa suara-suara dari dunia ketiga ke taraf internasional," ucapnya.

Bergabung menjadi juri Oscar di AMPAS adalah sebuah kehormatan. Namun, Amelia tidak mau berbangga dulu.

Pasalnya, misinya untuk menjadikan film dokumenter tuan rumah di negeri sendiri pun masih cukup panjang.

Amelia ingin meluruskan anggapan film dokumenter tidak bernilai itu salah besar.

"Ironis karena di dunia internasional ada industri film dokumenter. Para pembuat filmnya juga bisa hidup dari situ," kata dia.

"Sementara di Tanah Air, membuat film dokumenter seolah bukan pekerjaan profesional dan sekadar hobi belaka. Buktinya, masih ada yang mengatakan, 'oh, kamu pembuat film dokumenter'," pungkasnya.

Sederet film telah ia buat, diantaranya The Heroes and The Land (2001), Sharing Paradise (2005), Weaving Stories (2010), The Youth Parliament (2011), Jadi Jagoan ala Ahok (2012) dan Akar (2013). 

Dia juga menjadi produser Rising from Silence yang meraih Piala Citra untuk kategori film dokumenter pendek terbaik 2018.[]

Riandar Fata Hudaya

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu