Tech

AMD Hadirkan Fitur Ray Tracing Untuk Perangkat Lawasnya

MESA telah menambahkan dukungan ray tracing pada GPU AMD Radeon lawas dengan driver RADV terbarunya


AMD Hadirkan Fitur Ray Tracing Untuk Perangkat Lawasnya
Radeon Vulkan Drivers (dok. geeks3d.com)

AKURAT.CO Teknologi senantiasa bergerak maju dengan sangat cepat. Inovasi dari berbagai bidang seolah bergerak saling beriringan untuk mencapai kecanggihan teknologi. 

Kini, inovasi dalam bidang teknologi khususnya komputer pun seperti tidak ingin kalah. Seakan menjawab tantangan dari NVIDIA, AMD kini merilis Radeon Vulkan Drivers (RADV) yang hadirkan fitur ray tracing untuk GPU lawasnya.

Mengutip dari beberapa sumber, pustaka grafis open-source, MESA, telah menambahkan dukungan ray tracing pada GPU AMD Radeon lawas dengan driver RADV terbarunya. Diantaranya adalah RDNA 1, VEGA, dan Polaris yang telah dikonfirmasi dapat menjalankan game berbasis dengan fitur ray tracing.

Sebenarnya, permintaan dukungan ray tracing ini pertama kali diminta oleh Joshua Ashton pada situs FreeDesktop. Pada bulan Juni silam, Joshua sempat mengumumkan rencananya untuk melakukan port Vulkan ray tracing ke GPU lawas dari AMD tersebut. Hal yang sebelumnya hanya sebuah rencana, kini akhirnya menjadi kenyataan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa GPU lawas seperti RDNA 1, VEGA, dan Polaris tidak ditanam fitur ray tracing. Mengusung pendekatan yang berbeda dibanding RDNA 2, GPU lawas ini memanfaatkan instruksi persimpangan Build Volume Hierarchies (BVH) melalui metode software.

Kendati demikian, kita tidak boleh terlalu berharap semua GPU lawas dari AMD tersebut dapat menjalankan RADV tanpa masalah. Hal ini pun telah ditekankan oleh Joshua bahwa meski lulus Conformance Test Suite (CTS), namun kita tidak menjamin fitur tersebut akan berjalan tanpa masalah.

Beberapa pengguna dari situs FreeDesktop bahkan mengalami kendala saat menjalankan Quake 2 RTX pada GPU AMD Navi 10. Namun, setelah membuat beberapa perubahan pada compiler, fitur ray tracing berfungsi sebagaimana mestinya, namun tentu memiliki performa yang lebih rendah.

Dari hasil yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa metode software tidak akan pernah bisa menyaingi integrasi melalui hardware, setidaknya untuk sekarang. Sebagaimana diketahui, NVIDIA menawarkan RT, AMD menawarkan RA, dan bahkan Intel tawarkan integrasi ray tracing khususnya.

Seperti diketahui, sebelumnya AMD memberi kemudahan melalui FSR. Namun, selang beberapa waktu yang cukup singkat, AMD tawarkan kemudahan lainnya melalui hadirnya RADV. Meskipun jauh dari sempurna, namun fitur ini tentu akan menjadi alternatif yang diperlukan para budget gamer.