News

Ambyar Jika Nusantara Dipimpin Bekas Napi Penista Agama

Ambyar Jika Nusantara Dipimpin Bekas Napi Penista Agama
Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Roy Suryo memberikan pemaparanya saat menjadi pembicara dalam Diskusi Polemik, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (20/5). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO 

AKURAT.CO - Agenda pemindahan ibu kota negara terus menuai polemik, di antaranya terkait figur yang akan menjadi kepala otorita Nusantara, ibu kota negara yang baru. Komentar disampaikan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo. Dalam unggahan Twitter ia menyebut Bambang Brodjonegoro, Ridwan Kamil, dan Azwar Anas nama-nama yang masuk akal menjadi calon kepala otorita meskipun sejak awal dirinya tidak sejalan dengan program pemerintah tentang pemindahan ibu kota.

Alasan ia tidak setuju dengan ambisi tersebut, karena saat ini negara sedang terlilit hutang yang semakin meroket. Namun, terlepas dari ketidaksepakatannya tersebut, ia lebih menyoroti nama-nama yang muncul sesuai kisi-kisi yang telah diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

baca juga:

"Meski jelas-jelas saya tidak sepaham dengan ambisi pemindahan IKN apalagi dengan hutang yang makin meroket, kalau ditanya "siapa" calon Kepala Otorita, nama-nama seperti Bambang Brojo, Ridwan Kamil, Azwar Anas dan Tumiyana masih makesense," tulis Roy dalam akun twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2, Jumat (4/2/2022).

Namun di akhir tweetnya ia mengungkapkan kekecewaan karena nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang akrab disapa Ahok masih diisukan menjadi kandidat kuat sebagai calon Kepala Badan Otorita bersamaan dengan kandidat yang lain.

Menurutnya, sungguh terlalu jika Presiden Jokowi tetap menetapkan Ahok menjadi Kepala Badan Otorita yang baru kelak. Bahkan, ia juga menyinggung tentang kasus yang pernah dialami oleh pria yang saat ini menjadi Komisiaris PT Pertamina.

"Tetapi jika si mantan napi penista agama, sungguh terwelu ambyar," cuit Roy.

Sebelumnya,  Roy Suryo Roy Suryo sendiri pernah mengomentari pemberitaan yang menyinggung empat sosok kandidat yakni, Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, mantan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Tumiyana, mantan Bupati Banyuwangi yang sekarang menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Azwar Anas, dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Cuitan Roy khusus menyelepet Ahok. Ahok pernah divonis 2 tahun penjara atas kasus dugaan penodaan agama. Menurutnya, banyak yang terlena dengan nama baru IKN namun tidak dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. Dia justru fokus dengan sosok kepala pemerintahan IKN.

"Masyarakat banyak yg (dibuat) "terbuai" kata NUSANTARA sbg Nama Calon IKN, Kalau saya lebih fokus pada "Siapa" yg akan ditunjuk Kepala Pemerintahannya. Kemarin santer disebut2 lagi si MANTAN NAPI ?," kata Roy Suryo dikutip dari akun twitter @KRMTRoySuryo2, Selasa (18/1/2022).

"Tidak Adakah Orang lain di 274 Jt Rakyat? Akankah Kominfo MERALAT (Lagi) ? AMBYAR", cuit Roy lagi.

Namun, justru Cuitan Roy Suryo mengundang reaksi netizen. Hampir semua komentar mengamini.