Ekonomi

Amblasnya Keuangan PGN Turut Pukul Keuangan Negara?

AEPI menilai berdasarkan laporan keuangan 2020 menunjukkan bahwa Perusahaan Gas Negara (PGN) mengalami masalah keuangan yang buruk


Amblasnya Keuangan PGN Turut Pukul Keuangan Negara?
Petugas Perusahan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan rutin metering regulating station (MRS) di salah satu pabrik di Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/12/2018). Saat ini, PGN telah membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 7.453 km atau setara 80 persen pipa gas bumi hilir seluruh Indonesia. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Salamuddin Daeng selaku peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) menilai berdasarkan laporan keuangan 2020 menunjukkan bahwa Perusahaan Gas Negara (PGN) mengalami masalah keuangan yang buruk. Dimana dalam hasil laporan tersebut, Perusahaan melaporkan keuntungan sebelum pajak negatiif atau merugi sebesar US$ -175.36 juta. Tentu saja, ini merupakan kerugian yang sangat memukul keuangan negara sekaligus. Sebab kalau perusahaan merugi maka perusahaan pajaknya minim.

" Setelah membayar pajak tahun 2020 senilai US$ -40.41 juta kerugian perusahaan menjadi US$-215.77 juta. Kemudian setelah membayar bunga dan lain-lain kerugian perusahaan menjadi US$-215.77. Jika dikalikan dengan kurs 14.500 per US$, maka kerugian PGN Tahun 2020 mencapai Rp3,12 triliun rupiah lebih," ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Jadi, lanjutnya, tidak ada gambaran bagaimana PGN akan mengatasi kerugian yang akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Sementara pada bagian lain tekanan keuangan kian berat baik karena situasi global maupun domestik. 

"Bayangkan saja! di saat kerugian triliunan rupiah mendera PGN, pada bagian lain beban keuangan perusahaan kian meningkat. Hal ini terlihat dalam gambaran laporan keuangan, dimana liability atau Kewajiban perusahaan meningkat dari US$4.14 miliar pada tahun 2019, menjadi US$4.58 miliar pada tahun 2020. Peningkatan kewajiban yang mengkuatirkan di saat penurunan penerimaan perusahaan yang sangat signifikan," tegasnya. 

Tak hanya itu saja, tambahnya, utang terhadap equity perusahaan meningkat dari 85,04 % pada tahun 2019 menjadi 104,66% pada tahun 2020. Ini akan menjadi sumber tekanan besar dimasa mendatang karena kecenderungan utang akan terus bertambah. Adapun utang besar bersumber obligasi perusahaan meningkat menjadi US$1,964,322,891 pada tahun 2020 atau sebesar Rp28,48 triliun. Utang komersial yang harus dibayar mahal untuk membangun infrastruktur publik.

"Sementara utang pada bank dan kepada pemegang saham juga sangat besar yakni mencapai US$493,74 juta atau senilai Rp7.16 triliun. Total utang atau liability perusahaan saat ini tampaknya akan menjadi beban sangat besar bagi perusahaan. Liability perusahaan mencapai US$4,58 miliar atau senilai Rp66,39 triliun. Kewajiban bunga atau beban keuangan mencapai US$171,32 juta atau Rp2,5 triliun. Kewajiban bunga yang setara dengan 5 sampai dengan 6 kali total gaji seluruh karyawan PGN," bebernya.

Kemudian, lanjutnya, revenue perusahaan menurun sangat tanah, dari US$3,84 miliar menjadi US$2,88 miliar, penurunan penerimaan senilai 1 miliar dolar ini adalah sumber masalah utama keuangan PGN. 

"Sedangkan perusahaan menolak mengakui bahwa Covid-19 berdampak pada keuangan. Manajemen mengatakan bahwa manajemen telah menilai dampak dari kejadian ini (Covid-19) terhadap kegiatan operasional grup dan meyakini bahwa tidak ada dampak negatif signifikan yang perlu diperhitungkan dalam jangka pendek, walaupun dampak jangka panjang sulit untuk diprediksi saat ini. Artinya dalam laporan keuangan tahun ini Covid-19 bukan sebab penurunan penerimaan," terangnya.

Sementara, paparnya, tekanan yang diberikan kepada perusahaan telah datang dari regulasi dalam bentuk peraturan yang mewajibkan PGN menurunkan harga gas menjadi 6 dolar per MMBTU untuk industri dan PLN. Ini akan semakin menekan penerimaan PGN di masa-masa mendatang. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu