News

Ambisi Megaproyek Pelabuhan India, Maju Terus Meski Warga Kehilangan Mata Pencaharian

Ambisi Megaproyek Pelabuhan India, Maju Terus Meski Warga Kehilangan Mata Pencaharian
Komunitas nelayan setempat yang dipimpin oleh para pastor Katolik telah memblokir proyek pelabuhan Vizhinjam oleh Grup Adani selama hampir 4 bulan. (REUTERS)

AKURAT.CO Negara bagian Kerala di India akan melanjutkan proyek pelabuhan senilai USD 900 juta (Rp13 triliun), tak peduli apa pun yang terjadi. Mereka juga tak segan mengerahkan polisi federal untuk melindungi diri dari demonstran yang memblokir pembangunan, menurut seorang menteri pemerintah pada Sabtu (3/12).

Dilansir dari Reuters, komunitas nelayan setempat yang dipimpin oleh para pastor Katolik telah memblokir proyek pelabuhan Vizhinjam oleh Grup Adani selama hampir 4 bulan. Mereka mendirikan posko darurat di pintu masuk pelabuhan.

Menurut demonstran, megaproyek ini telah menyebabkan erosi pantai yang mengganggu mata pencaharian mereka. Itu sebabnya mereka menuntut pembangunan dihentikan total.

baca juga:

Namun, tuduhan ini dibantah oleh Grup Adani, yang dipimpin oleh orang terkaya di Asia, Gautam Adani, dan pemerintah Kerala, yang menanggung dua pertiga biaya proyek dengan pemerintah federal. Bentrokan antara polisi dan demonstran pun meletus akhir pekan lalu dan melukai lebih dari 100 orang, termasuk 64 polisi.

Meski para demonstran menolak untuk mengalah, Menteri Pelabuhan Kerala Ahammed Devarkovil optimis pemerintah negara bagian dapat menyelesaikan kebuntuan tanpa menghentikan pembangunan.

"Kami ingin menyelesaikan proyek pelabuhan apa pun yang terjadi. Tak ada kompromi yang dapat dilakukan untuk itu. Pasalnya, yang memprotes adalah warga sipil, sedangkan posisi pemerintah adalah meneruskannya tanpa menimbulkan kerugian apa pun pada demonstan," dalihnya.

Sementara itu, seorang pemimpin protes, Fredy Solomon, bertekad melanjutkan demonstrasi karena rumah dan mata pencaharian ribuan nelayan dipertaruhkan.

Grup Adani pun belum buka suara. Konglomerat tersebut telah berulang kali mendesak negara bagian untuk mengizinkan polisi federal menjaga proyek itu agar pekerjaan dapat dilanjutkan. Ia bahkan menyebut polisi setempat sebagai 'penonton bisu'.

Senada dengannya, Devarkovil mengatakan Kerala tak menutup kemungkinan untuk mengerahkan Pasukan Polisi Cadangan Pusat federal.

Adani ingin menyelesaikan tahap pertama konstruksi pada Desember 2024. Namun, Devarkovil mengatakan pemerintah ingin kapal pertama berlabuh di pelabuhan tersebut pada September tahun depan, bahkan saat konstruksi masih digarap. Ia pun ingin mengganti waktu yang terbuang dengan menerjunkan pekerja untuk bekerja lembur dan menggunakan lebih banyak peralatan industri.

"Grup Adani bersedia melakukannya," kata Devarkovil.

Gautam Adani menyebut Vizhinjam sebagai 'tempat tak tertandingi' di rute penting pelayaran timur-barat.

"Kesempatan yang dibuka oleh pelabuhan Vizhinjam tak tertandingi oleh pelabuhan lain di India. Kami akan merebut bisnis dari pelabuhan Sri Lanka," pungkas Devarkovil.[]