News

Amankan Nataru, Polda Metro Jaya Terjunkan 8.179 Personel Gabungan

Polda Metro Jaya menerjunkan 8.179 personel jelang Natal dan tahun baru


Amankan Nataru, Polda Metro Jaya Terjunkan 8.179 Personel Gabungan
Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Yusri Yunus saat menjelaskan penemuan narkoba jenis putaw di kediaman Ibra Azhari (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO, Polda Metro Jaya menerjunkan 8.179 personel untuk memastikan kondisi Ibu Kota Jakarta tetap kondusif jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengerahan petugas ini juga dimaksud untuk menegakan protokol kesehatan COVID-19 jelang hari raya. Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kodam Jaya terkait hal ini. 

"Jadi hari ini kita memastikan semuanya, bagaimana tindakan di lapangan untuk para petugas dan juga aturan-aturan apa yang harus disampaikan kepada para petugas sebagai pelaku di lapangan, dan juga informasinya nantinya kepada masyarakat," ungkap dia Selasa (15/12/2020). 

Yusri menyebut, pihaknya juga sudah menerima surat edaran dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait pengamanan dan penegekan protokol kesehatan pada malam Nataru.

Dia memastikan Polda Metro Jaya tidak akan mengeluakan izin keramaian pada perayaan malam Nataru karena rawan terjadi kerumunan.    

"Sehingga kita pastikan bahwa segala bentuk keramaian, perizinan untuk malam tahun baru misalnya tidak akan dikeluarkan oleh PMJ, jadi kita sepakat bersama semuanya tidak ada kegiatan dari beberapa tempat wisata seperti Ancol, kemudian Taman Mini dan sebagainya ini tidak ada kegiatan malam pergantian tahun," ujar dia.

Yusri melanjutkan, nantinya di Ancol akn ditutup oleh pengelola sekitar pukul 17.00 WIB. Sebab, jika tidak ditutup sejak sore maka akan menimbulkan kerumunan warga yang ingin merayakan tahun baru bakal memadati kawasan Ancol.

"Kita akan tindak tegas sesuai aturan kan di massa pandemi covid-19 ini sudah jelas ya, kita akan tindak tegas secara persuaif dan tindakan tegas di lap, contoh sudah ada beberapa yang kita lakukan penutupan beberapa cafe yang ada yang memang melebihi jam dan melebih ketentuan isi bahkan kita ajukan untuk dicabut izinnya," tutup dia.[]

Yohanes Antonius

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu