Lifestyle

Amankah Steriliasi Botol Susu dan Dot dengan Air Mendidih?

Sterilisasi botol susu dan dot wajib dilakukan untuk botol susu di Kecil. Namun, apakah aman mensterilkan botol susu dan dot menggunakan air mendidih?


Amankah Steriliasi Botol Susu dan Dot dengan Air Mendidih?
cara menjaga kebersihan botol susu bayi (lifealth)

AKURAT.CO, Bayi rentan terhadap berbagai macam penyakit. Karena, saluran pencernaan bayi masih belum sempurna. Alhasil, botol susu yang tidak disterilisasi dapat meningkatkan risiko infeksi virus, parasit dan bakteri pada saluran pencernaan bayi, yang bisa menyebabkan Si Kecil muntah dan diare.

Oleh karena itu, sterilisasi botol susu dan dot wajib dilakukan untuk botol susu Si Kecil. Biasanya, masyarakat Indonesia menstreilkan botol susu dan dot menggunakan air mendidih, dengan kepercayaan bahwa kuman dan bakteri dalam botol susu akan mati pada titik didih air.

Namun, apakah aman mensterilkan botol susu dan dot menggunakan air mendidih? Sebab, botol susu terbuat dari plastik. Amankah direbus bersamaan dengan botol susu?

Dilansir dari Guardian, air panas bisa meningkatkan level bahan kimia berbahaya polycarbonate 55 kali lebih cepat pada botol susu, yang bersifat polutif untuk lingkungan. 

Polycarbonate adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk membuat CD (compact disc), dan botol susu bayi. Plastiknya yang merupakan turunan dari polycarbonate, dibuat dari bisphenol A (BPA), yakni zat kimia yang diproduksi secara besar-besaran di seluruh dunia. Plastik yang di buat dari BPA akan larut dalam air panas dan botol susu hanya tersisa polycarbonate.

Selain itu, Scott Belcher dari University of Cincinnati College of Medicine melakukan sebuah percobaan, untuk melihat bagaimana BPA keluar dari plastik berbahan polycarbonate. Serta bagaimana pengaruh suhu dan cairan yang disimpan dalam botol tersebut.

Berdasarkan hasil percobaan Scott, bisphenol A dikeluarkan dari botol plastik 55 kali lebih cepat jika diisi dengan air mendidih. Dibandingkan dengan air biasa. Hal ini juga berlaku pada botol yang direbus. 

“Bayi berada dalam fase yang sangat sensitif dalam tumbuh kembangnya, karena itu sebisa mungkin hindari paparan zat kimia yang bisa membuat hormon pertumbuhannya terganggu,” ujar David, dikutip dari Guardian, pada Rabu, (4/8).

Berdasarkan penelitian di atas, ada baiknya Ayah dan Bunda melakukan tindak pencegahan dengan cara tidak merebus botol susu bayi dan dot dengan air mendidih, jika botol susu mengandung BPA. Dan cukup mencuci botol dan dot dengan air hangat, serta membersihkan dengan sabun dan spons yang lembut.

Ahli Gizi dari Rumah Sakit Daerah (RSUD) Umum Ulin Banjarmasin, Pramono, dalam seminarnya juga menyarankan Ayah dan Bunda untuk lebih bijak memilih botol susu yang aman. Botol susu plastik dan dot yang aman untuk Si Kecil adalah botol dan dot yang berlambang #2 HDPE, #4 LDPE and #5 PP.

Untuk menemukan lambang-lambang tersebut, Ayah dan Bunda bisa melihat lambang #2, #4 dan #5 yang berada di bagian bawah botol atau pada kemasan.

Sebab, plastik jenis HDPE, LDPE dan PP terbuat dari polypropylene atau polyethylene yang diketahui tidak melarutkan karsinogen, zat penyebab kanker saat direbus dengan suhu tinggi.

Pastikan juga bahan plastik botol susu dan dot yang mau digunakan, terdapat lambang BPA free ya baik dari BPOM maupun FDA (BPOM Dari Amerika Serikat).[]