Lifestyle

Nafsu Boleh, Tapi Jangan Telan Sperma!

Pada dasarnya, sperma tidak mengandung zat berbahaya. Namun, menelan sperma juga berisko terkena infeksi menular seksual


Nafsu Boleh, Tapi Jangan Telan Sperma!
Ilustrasi penis (SHUTTERSTOCK)

AKURAT.CO, Bolehkah menelan sperma? Apakah sperma bisa menyebabkan penyakit atau infeksi? Apakah bisa hamil karena menelan sperma?

Jika kamu mempertanyakan tentang hal ini, tidak perlu malu. Boleh atau tidaknya untuk menelan sperma, itu tergantung kepada dirimu. Ada wanita yang menolak, tapi sebagian lagi bersedia melakukannya.

Pada dasarnya, sperma tidak mengandung zat berbahaya. Dilansir dari Healthline, sperma adalah cairan kental berwarna kekuningan atau keabuan yang keluar dari alat kelamin pria sewaktu ejakulasi.

Sebanyak 80 persen sperma berupa air. Sisanya, ada zat-zat lain dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu protein, zinc, sodium, fruktosa, glukosa, kalsium, klorida, asam laktat, magnesium, kalium, urea.

Menelan sperma juga tidak akan membuat kamu hamil. Pasalnya, mulut  tidak terhubung ke organ reproduksi. Ingat, kehamilan hanya bisa terjadi jika air mani bersentuhan dengan area vagina dan mampu membuahi sel telur.

Tapi itu tidak berarti menelan sperma tidak punya risiko. Sperma adalah cairan tubuh, yang artinya mampu membawa bakteri ataupun virus. Jika pasangan memiliki infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore, dan HIV, maka menelan spermanya bisa menyebarkan penyakit tersebut ke dalam tubuh.

Bukan hanya menelan sperma saja, infeksi menular seksual pun bisa terjadi lewat kontak antara mulut dengan penis. Ya, kamu dapat tertular penyakit herpes, infeksi virus papiloma manusia (HPV), dan sifilis.

"Tidak masalah apakah kamu menelan air mani atau memuntahkannya, risikonya berasal dari ejakulasi di mulut," tulis Justin Lehmiller, PhD, peneliti dari Kinsey Institute dan penulis "Tell Me What You Want", dikutip Akurat.co dari Men's Health, Selasa, (14/9/2021).

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa risiko penularan IMS seperti HIV melalui seks oral tergolong rendah.

Tak hanya risiko IMS saja, alergi pada sperma atau Hypersensitivity to Human Semen (HSS) juga wajib kamu waspadai. Adapun gejala HSS tidak sama untuk semua wanita. Beberapa gejala HSS antara lain;

  • Kemerahan.
  • Bengkak dan gatal di area genital.
  • Timbul rasa perih hingga ruam.
  • Sesak napas.

Intinya, menelan sperma adalah keputusan masing-masing. Yang terpenting, kamu dan pasangan bersih dari segala penyakit menular, serta tidak ada alergi pada sperma. Disarankan untuk melakukan tes IMS sebelum melakukan aktivitas seksual.

"Selama pasangan pria tidak terinfeksi dan pasangan reseptif tidak alergi terhadap air mani, kemungkinan menelan air mani tidak akan berdampak negatif pada kesehatan," ucap Lehmiller.

Lalu bagaimana rasa sperma?

Sperma tidak memiliki aroma tertentu. Dan jika ada, itu cukup samar. Hal ini karena sebagian besar mengandung air. Ketika tingkat pH berubah menjadi basa, kemungkinan besar air mani berbau seperti pemutih atau amonia.

Jika aromanya manis, logam, atau asin, itu mungkin karena komponen seperti fruktosa, dan kalsium yang ada dalam air mani. Tapi, jika pasangan memiliki aroma sperma yang sangat kuat di air maninya, itu bisa menjadi gejala infeksi.

Sering kali, perubahan kebiasaan gaya hidup juga memengaruhi rasanya. Misalnya, merokok menurunkan kualitas air mani dan mengubah komposisinya, yang dapat mempengaruhi rasanya.[]