Lifestyle

Amankah Bawa Bayi Liburan di Area Pegunungan? Ini Penjelasannya

Penyakit ketinggian pada bayi ditandai dengan muntah, rewel, tidak mau makan.


Amankah Bawa Bayi Liburan di Area Pegunungan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi - Bayi di daerah pegunungan atau dataran tinggi, dan mengenal risiko penyakit ketinggian (Unsplash/dennis von westburg)

AKURAT.CO, Liburan sekolah telah tiba. Bunda mungkin ingin mengajak Si Kecil untuk berlibur ke daerah pegunungan atau tempat tinggi lainnya.

Namun, Si Kecil mungkin memiliki altitude sickness atau penyakit ketinggian. 

Penyakit ketinggian dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau tingkat kebugaran. Bahkan beberapa orang lebih rentan terhadapnya daripada yang lain.

baca juga:

Penyakit ketinggian pada bayi ditandai dengan ketidaknyamanan saat bepergian ke pegunungan atau tempat yang lebih tinggi. 

Bayi bisa mulai merasakan efeknya kapan saja dalam 36 jam pertama setelah mencapai ketinggian.

Berikut ini adalah beberapa gejala umum saat bayi mengalami penyakit ketinggian, dilansir AKURAT.CO dari Baby Center, Jumat (24/6/2022).

  • Muntah
  • Tampak lebih lelah dan lesu
  • Mudah tersinggung dari biasanya
  • Gelisah
  • Menangis terus-menerus
  • Clingy
  • Kurang tidur
  • Kehilangan nafsu makan
  • Tampak tidak sehat secara umum

Berada di daerah yang lebih tinggi dapat membuat bayi lelah dan dehidrasi. Dan meskipun Si Kecil tidak bisa memberitahu bagaimana rasanya, dia mungkin juga mengalami sakit kepala dan pusing.

Beberapa gejala, seperti tangisan yang parah dan lekas marah, juga dapat terjadi karena kelelahan dari perjalanan. Jadi biarkan bayi beristirahat dengan baik. Jika gejalanya menetap bahkan setelah istirahat, maka itu bisa menjadi penyakit ketinggian.

Solusi saat bayi mengalami penyakit ketinggian

Untuk mengatasi hal ini, menyusui adalah solusi terbaik. Ini akan membantu mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi, terutama jika dia muntah. 

Beri makan bayi dalam porsi kecil tetapi beberapa kali sehari jika dia sudah berusia enam bulan, dan mengonsumsi makanan padat yang mengandung karbohidrat tinggi.

Karbohidrat dapat membantu menyediakan energi yang cukup bagi tubuh untuk mengatasi penyakit ketinggian.

Daerah di dataran tinggi seringkali dingin. Pastikan Si Kecil tetap hangat agar membantunya merasa lebih nyaman.

Kapan harus ke dokter?

Biasanya bayi tampaknya tidak membaik setelah satu atau dua hari, Bunda mungkin perlu pindah ke tempat yang lebih rendah.

Jika bayi terlihat sangat pucat atau biru, atau tampaknya mengalami kesulitan bernapas, segera ke rumah sakit terdekat.

Tim medis akan segera mengukur tingkat oksigen dalam darah untuk mengetahui apakah mereka menderita penyakit ketinggian yang parah. Perlu diingat  bahwa penyakit ketinggian yang parah sangat jarang terjadi. 

Bun, sebenarnya tidak berbahaya untuk membawanya dalam liburan keluarga ke pegunungan.

Bayi di atas tiga bulan akan memiliki toleransi yang sama untuk ketinggian seperti  orang dewasa.

Pada saat berusia lebih dari tiga bulan, umumnya paru-paru Si Kecil telah matang untuk menyesuaikan stres di ketinggian.

Namun, jika bayi memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis, atau penyakit sistemik apa pun yang memengaruhi pernapasan, membawanya ke tempat tinggi tidak disarankan. 

Sebaiknya periksakan diri ke dokter sebelum membawanya ke tempat yang tinggi.[]