Rahmah

Amalan-amalan Bulan Syawal yang Diajarkan Rasulullah

Amalan-amalan bulan Syawal


Amalan-amalan Bulan Syawal yang Diajarkan Rasulullah
Amalan yang dilakukan orang Islam (Istimewa)

AKURAT.CO Pada bulan Syawal umat Islam disunahkan melakukan amalan-amalan Islam. Demikian agar umat Islam harus tetap mendapatkan pahala dan keberkahan bulan Syawal.

Terkait dengan amalan di bulan Syawal, Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod ).

Dari hadits di atas amalan pertama yang dapat dilakukan di bulan Syawal adalah bersilaturahmi dengan sesama Muslim dan boleh juga dengan non Muslim.

Selain silaturahmi, Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan, sebagai berikut:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Amalan kedua, khusus bagi orang yang belum menikah, yaitu menikah di bukan Syawal.

Selain dua amalan di atas, hadits berikut ini juga memberi gambaran amalan di bulan Syawal.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Sumber: NU Online