Rahmah

Amal Baik dan Amal Buruk Seimbang, Apakah Ada Penalti di Akhirat?

Ke mana bila seseorang amal baik dan buruknya seimbang?


Amal Baik dan Amal Buruk Seimbang, Apakah Ada Penalti di Akhirat?
Ilustrasi timbangan amal manusia (pixabay.com/kimono)

AKURAT.CO  Kelak di akhirat, tidak ada yang bisa menolong diri kita kecuali amal diri sendiri. Seseorang yang amal baiknya besar, maka ia akan dimasukkan ke surga abadan abadan. Sebaliknya, mereka yang amal baiknya kecil, maka sulit masuk surga.

Karena saking mahalnya kehidupan di dunia, Allah berfirman pada QS. Fathir 37, dijelaskan permohonan orang-orang yang disiksa di neraka untuk kembali lagi ke dunia dan beramal baik, namun permintaan mereka ditolak:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

Artinya: “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dengan masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kalian pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun”

Muncul sebuah pertanyaan, bagaimana jika kelak ada seseorang yang amal baik dan buruknya seimbang, apakah ia akan masuk surga atau sebaliknya ia akan berada di neraka? 

Imam At-Thabari menyebutkan, bahwa orang-orang yang amalnya seimbang, maka akan berada di A'raf. Pendapat ini berasal dari Huzaifah, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud. Ibnu Mas’ud menegaskan:

فَمَنْ اسْتَوَتْ حَسَنَاتُهُ وَسَيِّئَاتِهِ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْأَعْرَافِ

Artinya: “orang yang amal kebaikan dan amal kejelekannya sama, maka ia masuk dalam penghuni A’raf” (Tafsir at-Tabari, 10/213)

Pendapat mereka ini berdasarkan dalil dari hadits  marfu’:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمَّنِ اسْتَوَتْ حَسَنَاتُهُ وَسَيِّئَاتُهُ، فَقَالَ: “أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ، لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ”.

Artinya: "Dari Jabir ibnu Abdullah bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang orang yang amal kebaikan dan amal keburukannya sama. Rasulullah Saw. menjawab: “Mereka adalah penghuni A’raf. Mereka tidak dapat memasuki surga, padahal mereka sangat menginginkannya.”

Apakah mereka kekal selamanya menghuni A’raf? Beberapa ulama berpendapat bahwa mereka pada akhirnya akan dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana dijelaskan  dalam tafsir at-Thabari  (10/212( dan Fathu Qadir (2/198):

Sumber: Bincangsyariah