News

Alvin Lim: Hebat, Tersangka Henry Surya di dalam Sel Mabes Bisa Buat Laporan Polisi

Alvin Lim: Hebat, Tersangka Henry Surya di dalam Sel Mabes Bisa Buat Laporan Polisi
Alvin Lim (tengah) (Repro dok. pribadi)

AKURAT.CO  Polisi menjadwalkan pemeriksaan Ketua Pengurus LQ Indonesia Law Firm Alvin Lim terkait laporan bos KSP Indosurya, Henry Surya. Alvin mengungkap kejanggalan laporan polisi yang membuat dirinya diperiksa. 

"Laporan polisinya dibuat tanggal 30 Mei 2022, saat Henry Surya berada dalam sel tahanan Mabes Polri. Inilah Indonesia. Hebatkan orang yang lagi ditahan polisi bisa membuat laporan polisi di luar rutan," kata Alvin kepada wartawan, Kamis 8  September 2022.

Henry ketik itu ditahan karena menjadi tersangka investasi bodong KSP Indosurya yang disebut-sebut total senilai Rp 36 triliun. Henry melaporkan Alvin yang menjadi kuasa hukum korban investasi bodong Indosurya dengan tuduhan penghinaan atau pencemaran nama baik. 

baca juga:

"Luar biasa, Henry Surya ingin menunjukkan bagaimana dirinya bisa bayar dan gerakkan oknum Tipidsiber untuk serang balik lawannya," sindir Alvin. 

Meski begitu, sambung Alvin, dirinya tidak terlalu mempersoalkan laporan lawannya, Henry Surya, tapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana seorang tersangka yang tengah ditahan polisi bisa membuat laporan polisi dengan melaporkan orang lain. 

“Dia tipu uang orang atau masyarakat belasan triliun nggak dia pikiri, tapi giliran merasa dicemarkan nama baiknya tidak terima dan membuat laporan polisi. Gimana itu?" katanya. 

"Begitu juga polisi yang menerima laporan tersangka yang lagi ditahan. Ini luar biasa kacaunya polisi di negeri ini. Saya bela masyarakat tapi terang-terangan mau dijebloskan penjara. Benar-benar pertunjukkan uang adalah panglima. Dimana pemerintah?,” tambahnya. 

Alvin pun menyinggung publik bisa bertambah skeptis apakah benar seorang tahanan Mabes kelas atas ditahan di rutan atau malah diberi keistimewaan berkeliaran di luar rutan. 

"Sekarang ada bukti bahwa untuk Henry Surya tampaknya tidak dalam tahanan rutan Mabes namun bisa berkeliaran ke SPKT dan mengakses handphone, nonton Youtube LQ Lawfirm. Kapolri harus segera periksa dan mencopot direktur Tahti beserta Kasubdit dan jajaran penyidik Tipidsiber yang sengaja ingin mengkriminalisasi advokat yang menjalankan tugas," tutur Alvin. 

"Kemungkinan besar Ferdy Sambo juga tidak benar-benar ditahan melihat bukti yang nyata ini. Jelas ada oknum Polri bersekutu dengan penjahat investasi bodong menyerang advokat yang membela masyarakat," tambahnya. 

Alvin menyatakan laporan Henry Suryo yang kemudian ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan oleh kepolisian sebagai serangan balik. Alvin merasa tidak aneh karena serangan bertubi-tubi dialamatkan kepada dirinya menyusul kerasnya sikap bersama LQ Indonesia Law Firm dalam membela kepentingan hukum dan keadilan masyarakat yang dirugikan khususnya masyarakat korban investasi bodong di Indonesia. 

Belum lama ini Alvin Lim divonis 4 tahun 6 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan atas tuduhan turut serta dugaan pemalsuan KTP mantan kliennya yang pernah disidangkan 2015 yang kembali diangkat dengan mengkesampingkan azas “nebis in idem” dimana dalam kasus yang sama tidak bisa disidang kembali. Namun, para oknum melanjutkan serangan untuk menjebloskan Alvin ke balik jeruji besi setelah sebelumnya dia diadukan dengan puluhan LP ITE dengan pelapor AKBP Pujiarto. 

"Inilah resiko yang harus kita hadapi ketika kita keras demi tegaknya hukum dan keadilan untuk masyarakat yang dirugikan. Terlebih lagi ketika melawan orang besar atau sekelompok orang memiliki uang banyak dari hasil kejahatannya. Saya rela berikan hidup saya demi pembelaan masyarakat Indonesia. Mohon doa dan dukungan masyarakat saja," demikian kata Alvin Lim.[]