Rahmah

Ali bin Abi Thalib, Menantu Sekaligus Sahabat yang Tumbuh dalam Didikan Rasulullah SAW

Ali bin Abi Thalib tumbuh dan dewasa dalam didikan akhlakul karimah Rasulullah SAW.


Ali bin Abi Thalib, Menantu Sekaligus Sahabat yang Tumbuh dalam Didikan Rasulullah SAW
Kaligrafi Ali (Madaninews)

AKURAT.CO  Menurut beberapa keterangan masyhur, Ali bin Abi Thalib lahir sepuluh tahun sebelum kenabian, akan tetapi telah diasuh Rasulullah SAW sejak usia 6 tahun. Diketahui, Ali bin Abi Thalib masih sepupu Rasulullah SAW, putra Abi Thalib bin Abdul Muthalib, yaitu paman yang mengasuh beliau sejak usia delapan tahun.

Sebagian riwayat lain menyebutkan, Ali bin Abi Thalib merupakan orang ke dua yang memeluk Islam, artinya setelah Khadijah. Namun riwayat lainnya menyebutkan, Ali bin Abi Thalib adalah orang ketiga, setelah Khadijah dan putra angkat beliau Zaid bin Haritsah. 

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Ali bin Abi Thalib tumbuh dan dewasa dalam didikan akhlakul karimah Rasulullah SAW dan bimbingan wahyu. Sehingga tidak heran bila watak dan karakter Ali bin Abi Thalib mirip dengan Rasulullah SAW. 

Begitu juga secara keilmuan, Ali bin Abi Thalib mengalahkan sebagian besar sahabat lainnya, sehingga Rasulullah SAW pernah bersabda, 

"Ana madinatul ilmu, wa Ali baabuuha…"(Saya kotanya ilmu dan Ali adalah pintunya).

Ditambah lagi, bahwa Ali bin Abi Thalib kemudian dinikahkan dengan putri kesayangan Rasulullah SAW, yaitu Fathimah az Zahra. Dengan begitu, bimbingan pembentukan karakter Ali bin Abi Thalib langsung oleh Rasulullah SAW terus berlanjut hingga beliau wafat.

Selain karena keilmuan dan akhlaknya yang mulia, salah satu yang dikenal dari Sahabat Ali bin Abi Thalib adalah jiwa ksatria dan kepahlawanannya. Beberapa riwayat menyebut, Ali bin Abi Thalib memiliki pedang yang diberi nama Dzul Fiqar. Pedang tersebut memiliki dua ujung yang lancip. Di mana dengan pedang itulah, Sahabat Ali berjihad melawan pasukan musuh tanpa sedikitpun rasa takut yang menghampiri.

Kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib nampak ketika Ali dihadapkan dengan musuhnya dalam peperangan, sehingga hampir tidak ada peperangan yang tidak diikutinya. Dari semua peperangan itu, Ali bin Abi Thalib selalu menunjukkan kepahlawanan dan kekesatriaannya, sekaligus kualitas akhlaknya sebagai didikan wahyu, yaitu didikan Rasulullah SAW.

Itulah beberapa sikap dan kebijakan Sahabat Ali bin Abi Thalib. Semoga kita dapat meneladinya. Wallahu A'lam Bishawab. []