News

Alhamdulillah, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 DKI Melejit, Kasus Harian Berkurang Drastis

Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta terus menunjukkan tren positif, jumlah kasus harian terus merosot.


Alhamdulillah, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 DKI Melejit, Kasus Harian Berkurang Drastis
Tenaga kesehatan saat menunjukan bunga sebelum melaksanakan tes Swab Antigen COVID-19 gratis di Sekret PFI Pusat, Jalan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta terus menunjukkan tren positif setelah ledakan gelombang kedua wabah mematikan itu menghantam Ibu Kota sepanjang Mei hingga Juni 2021.

Saat ini lonjakan kasus sudah berhasil ditekan lewat berbagai kebijakan. Hasilnya, kasus harian kian menurun, tingkat kesembuhan melejit naik.

Data yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di akun Instagram resminya @dkijakarta dikutip AKURAT.CO Minggu (1/8/2021), tingkat kesembuhan pasien corona di Jakarta sudah mencapai 96,6 persen. Jauh di atas tingkat kesembuhan secara nasional yang 81,7 persen.

Persentase tingkat kesembuhan itu didapat setelah 4.593 pasien corona di Jakarta dinyatakan pulih pada hari ini.

Dengan kesembuhan hari ini, maka total pasien yang telah pulih dari Covid-19 dihitung sejak Maret 2020 lalu sudah mencapai 789.261 orang dari total keseluruhan pasien 817.354 terhitung dari periode yang sama.

Jumlah meninggal dunia dari keseluruhan pasien tercatat 12.209 orang setelah 74 orang dinyatakan meninggal pada hari ini. Persentase tingkat kematian di Jakarta 1,5 persen, sementara di tingkat nasional presentasinya 2,7 persen.

Adapun kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 15.85l44 orang yang masih dirawat atau isolasi mandiri. Jumlah ini melorot drastis setelah sebelumnya sempat naik hingga 100 ribu kasus aktif pada ledakan gelombang kedua ini. 

Sementara itu kasus harian di DKI Jakarta yang ditemukan pada hari ini sebanyak 2.701 orang. Jumlah ini turun drastis kalau dibandingkan dengan kondisi Jakarta dua pekan sebelumnya dimana jumlah kasus harian di Jakarta berkisar dari 12.000 hingga 14.000 sehari.

"Sebanyak 19.609 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.701positif dan 16.908 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 7.837 orang dites, dengan hasil 366 positif dan 7.471 negatif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,1 persen setelah sebelumnya berada di 45 persen, Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,3 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tutur Dwi.

Fakta yang Melandasi Turunnya Kasus Corona di DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan sejumlah fakta terkait melorotnya kasus Covid-19 di Ibu Kota. Indikator pertama, jumlah kasus aktif sudah bukan lagi 113.000 kasus seperti pada puncak ledakan gelombang kedua 16 Juni 2021.

"Alhamdulillah atas izin Allah kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli yang lalu, kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Ini artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama di bulan Februari 2021 yang lalu,"  kata Anies seperti dilihat redaksi dalam video di Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Indikator lainnya, penurunan tren pemakaman menggunakan protap Covid-19. Pada puncak ledakan gelombang ke dua, kata Anies, jumlah pemulasaran jenazah menggunakan tata cara yang tak lazim ini bisa 400 jenazah dalam sehari. Namun kini turun menjadi setengahnya.

"Bukan hanya kasus aktif tapi tren pemakaman dengan protokol Covid-19 juga menurun. Saat ini sekitar 150, sekali sampai 200 pemakaman protap covid per hari. Ini turun, sebelumnya bisa mencapai 350 sampai 400 (jenazah), sekitar dua minggu lalu," bebernya.

Di sisi lain, jumlah kematian pasien Covid yang tengah isolasi mandiri (isoman) juga berkurang. Anies mengatakan saat ini kurang dari 5 kasus dalam sehari, sementara sebelumnya pernah 75 kasus.

Indikator terakhir, keterisian tempat tidur dan IGD di rumah sakit rujukan pasien Covid. Keduanya sama-sama mengalami tren penurunan.

"Begitu juga dengan tren keterisian rumah sakit, turun menjadi sekitar 70 persen lalu antrian IGD juga sudah terurai.  Positivity rate juga turun, saat ini kita berada di kisaran 15 persen sementara di saat puncak-puncak dulu kita pernah mencapai angka 45 persen," tukas Anies Baswedan.[]