News

Alhamdulillah, Jemaah Haji 2021 Belum Ada yang Terinfeksi COVID-19

Jemaah Haji 2021 belum ada yang terinfeksi COVID-19


Alhamdulillah, Jemaah Haji 2021 Belum Ada yang Terinfeksi COVID-19
Dalam foto ini, para jamaah haji beristirahat di kamp mereka di Kota Tenda Mina, Minggu (18/7) waktu setempat (AFP)

AKURAT.CO, Arab Saudi telah mengonfirmasi bahwa sejauh ini, belum ada jemaah haji yang dilaporkan terinfeksi virus COVID-19. 

Seperti diwartakan Arab News, laporan nol kasus COVID-19 antara para peziarah itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly, selama konferensi pers Minggu (18/7) waktu setempat. 

Menurut Al-Aly, hal itu tidak terlepas dari upaya pencegahan serta protokol kesehatan selama musim haji berlangsung. 

Hal serupa juga diungkap oleh para pejabat dari Kementerian Keamanan, Kesehatan, dan Haji. Mereka menyebut bahwa upaya pencegahan penularan COVID-19 telah sepenuhnya dilaksanakan oleh pihak terkait. 

Diketahui, karena pandemi COVID-19, Saudi akhirnya kembali membatasi jumlah jemaah haji untuk tahun ini. Saudi menyusutkan kuota haji 1442 H hingga hanya menjadi 60 ribu peziarah. Itupun hanya dikhususkan untuk penduduk yang berada di Saudi, dan mereka harus sudah menjalani vaksinasi secara penuh. 

Dalam upayanya untuk melindungi jemaah haji, Saudi setidaknya melakukan dua tahapan protokol kesehatan. Tahap pertama dimulai sebelum jemaah tiba di Masjidil Haram di Makkah. Sementara diketahui, pada tahun ini, para jemaah mulai tiba di Masjidil Haram pada Sabtu (17/7) waktu setempat. 

"Pada fase ini, kami memastikan bahwa semua jemaah telah menerima vaksin yang diperlukan," jelas Al-Aly.

Kemudian tahap kedua meliputi pemberian edukasi terkait dengan tindakan pencegahan di kalangan para peziarah. Untuk memperlancar jalannya ritual haji, para peziarah akan didampingi pemandu kesehatan khusus. Oleh para pemandu, mereka akan diberi pemeriksaan intensif serta saran kesehatan. Selain itu, edukasi juga akan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa agar para jemaah lebih paham dengan tindakan pencegahan selama berhaji.

"Karena para peziarah berasal dari kebangsaan yang berbeda, kampanye kesadaran diluncurkan melalui berbagai bahasa," tambah Al-Aly.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kolonel Talal Al-Shalhoub juga menambahkan bahwa selama haji, dinas keamanan dan entitas pemerintah telah menerapkan rencana pencegahan kesehatan di tempat-tempat suci. 

"Petugas keamanan akan terus melakukan tugas mereka dan mencegah orang yang tidak berwenang memasuki tempat-tempat suci.  Mereka yang ditemukan melanggar aturan akan ditangkap dan dihukum," kata Al-Shalhoub. 

Pada Minggu, para peziarah beribadah dan beristirahat di Mina menjelang perjalanan ke Arafah pada Senin (19/7) pagi untuk puncak haji.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Hisham bin Saeed mengatakan tindakan pencegahan ketat diterapkan untuk mengangkut para jemaah, termasuk dari Mina ke Arafat pada Senin pukul 5 hingga 8 pagi. Sekitar 71 kamp telah disiapkan untuk menampung para peziarah.

Al-Aly menambahkan ada 13 rumah sakit di Mekah. Tiga terletak di tempat-tempat suci, sementara 10 lainnya berada di kota Mekah.

"Ada rumah sakit keliling yang akan mendampingi para jemaah haji. Ada juga sekitar 50 klinik dan pusat kesehatan di berbagai tempat suci.

"Selain itu, kami memiliki 180 ambulans yang dapat memberikan layanan perawatan intensif," kata Al-Aly sambil menyebut bahwa Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi telah ikut menyediakan layanan kesehatan penting, termasuk kapasitas untuk hampir 3 ribu tempat tidur medis.

Tahun ini menjadi tahun kedua pembatasan jumlah jemaah haji di mana Kerajaan hanya memilih para jemaah yang tinggal di Arab Saudi. 

Sementara sebelum pandemi muncul, yakni pada 2019, jumlah jemaah melambung hingga hampir 2,5 juta umat. Mereka pun berasal dari berbagai negara. []