News

Alex Noerdin Tersangka Lagi, Kali Ini Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana korupsi pemberian dana hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya, Palembang.


Alex Noerdin Tersangka Lagi, Kali Ini Korupsi Dana Hibah Masjid Sriwijaya
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, saat menghadiri Rapat bersama Menko Perekonomian membahas usulan perluasan KEK TAA, di Gedung Ali Wardana Jakarta, Jumat (23/3). (AKURAT.CO/Niecko Resti)

AKURAT.CO, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan pidana korupsi pemberian dana hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya, Palembang. Padahal, sepekan sebelumnya, Alex jadi pesakitan gegara korupsi pembeliah gas bumi PD PDE Sumsel.

"Hari ini, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka terkait dugaan Korupsi dalam Pemberian Dana Hibah Dana APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015 dan Tahun 2017 kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang dalam Pembangunan Masjid Sriwijaya, Palembang, yakni inisial AN, MM dan LPLT," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer dalam konferensi persnya, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

AN adalah Gubernur Sumatera Selatan periode tahun 2008-2013 dan periode tahun 2013-2018, ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01/L.6 /Fd.1/01/2021 tanggal 22 Januari 2021.

Sementara MM selaku Mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01/L.6/Fd.1/01/2021 tanggal 22 Januari 2021.

Dan LPLT selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS), berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Nomor: PRINT-01/L.6/Fd.1/01/2021 tanggal 22 Januari 2021.

Leo menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dua kali menyalurkan dana hibah kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang guna pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

Pertama, pada tahun 2015 dengan menggunakan Dana APBD Tahun 2015 menyalurkan dana Hibah sebesar Rp50 miliar. Kedua, pada tahun 2017 dengan menggunakan Dana APBD Tahun 2017 sebesar Rp80 miliar.

"Bahwa penganggaran Dana Hibah tersebut tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana dalam Peraturan Perundang-undangan diantaranya tidak didahului dengan pengajuan proposal dari pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya sebagai penerima Dana Hibah dan hanya berdasarkan Perintah AN selaku Gubernur Sumatera Selatan," kata Leo.

Selain itu, Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya tersebut tidak beralamat di Palembang melainkan beralamatkan di Jakarta. Juga lahan pembangunan masjid tersebut semula dinyatakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) adalah sepenuhnya aset Pemprov, namun ternyata sebagian adalah milik masyarakat.