Ekonomi

Alerta! Resesi Zona Eropa Dirilis, Situasinya Tidak Bisa Dianggap Remeh

Alerta! Resesi Zona Eropa Dirilis, Situasinya Tidak Bisa Dianggap Remeh
Ilustrasi negara Eropa yang jatuh ke jurang resesi (The London Economic)

AKURAT.CO Penurunan ekonomi Zona Euro semakin dalam pada bulan September, dengan aktivitas bisnis berkontraksi selama tiga bulan berturut-turut, sebuah survei baru oleh S&P Global menunjukkan.

Laporan tersebut menemukan bahwa produsen di seluruh serikat pekerja 19 negara terpukul keras oleh meroketnya biaya energi, dengan indeks manajer pembelian (PMI) turun ke level terendah sejak 2013.

PMI, yang dipandang sebagai ukuran yang baik dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan, turun dari 48,9 pada Agustus menjadi 48,2 pada September.

baca juga:

"Lonjakan harga energi dan meningkatnya biaya hidup tidak hanya memukul permintaan tetapi juga membatasi produksi manufaktur dan aktivitas sektor jasa dalam beberapa kasus," kata ekonom S&P Global Chris Williamson dalam sebuah pernyataan yang dilihat oleh Bloomberg.

"Resesi zona euro akan segera terjadi," Williamson memperingatkan.

Dia mencatat, "Jerman menghadapi kondisi terberat, dengan ekonomi memburuk pada tingkat yang tidak terlihat di luar pandemi sejak krisis keuangan global."

Permintaan keseluruhan di Zona Euro jatuh ke titik terendah sejak November 2020, ketika benua itu berada dalam cengkeraman gelombang kedua pandemi Covid. Indeks ekspektasi bisnis juga turun, tergelincir ke 53,8 dari 56,6 bulan lalu, angka terendah sejak Mei 2020.

S&P Global memperkirakan ekonomi kawasan euro menyusut 0,1% pada kuartal ketiga.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi