Olahraga

Alberts: Otoritas Sepakbola Semestinya Bantu Penyembuhan Kurnia Meiga

Kurnia Meiga absen dari lapangan hijau sejak 2017 karena gangguan penglihatan yang dikenal dengan istilah papiledema.


Alberts: Otoritas Sepakbola Semestinya Bantu Penyembuhan Kurnia Meiga
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts dalam konferensi pers. ( DOK PERSIB)

AKURAT.CO, Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengaku turut prihatin dengan kondisi mantan kiper Tim Nasional Indonesia, Kurnia Meiga. Alberts mengatakan sudah seharusnya institusi seperti PSSI dan klub membantu Meiga sembuh dari penyakit yang membuatnya absen dari dunia sepakbola sejak 2017.

Hal tersebut disampaikan Alberts menanggapi inisiatif kelompok suporter Persib, Viking Jakarta, yang memberikan sumbangan untuk kiper yang terakhir bermain bersama Arema FC tersebut. Meiga sendiri dikabarkan mengalami penyakit gangguan penglihatan yang dalam istilah kedokteran dikenal dengan papiledema.

“Apa yang terjadi pada Kurnia Meiga adalah sesuatu yang sangat membuat sedih dan menyakitkan. Dia adalah salah satu kiper yang menjanjikan yang pernah dimiliki Indonesia kala itu. Sayang, dia sakit,” kata Alberts di Bandung, Sabtu (26/12), sebagaimana dipetik dari laman Persib.

“Klub dan otoritas sepakbola di sini bisa membantunya agar sembuh. Sebagai pemain profesional yang saat itu sudah memberikan segalanya sehingga itu sangat penting untuk membantu kesembuhan pemain.”

Meiga tiba-tiba mundur dari sepakbola di tengah musim Liga 1 Indonesia 2017. Awalnya, tak ada yang mengetahui penyakit apa yang melanda kiper kelahiran Jakarta, 7 Mei 1990 tersebut.

Meiga adalah kiper pertama Indonesia dalam satu dekade terakhir setelah era Markus Harison. Panggilan pertamanya adalah untuk Piala AFF 2010 sebagai kiper cadangan setelah Markus dan Ferry Rotinsulu.

Meiga bermain di final Piala AFF 2016 di mana ketika itu Indonesia harus menyerah dari Thailand. Ia juga merupakan kiper pilihan utama pada final SEA Games di mana Indonesia lolos ke final dua kali beruntun pada 2011 dan 2013 namun hanya bisa meraih medali perak.

Bersama Alberts, Meiga punya hubungan yang cukup erat karena ia pernah bekerja dengan pelatih tersebut di Arema. Terutama di masa keemasan Singo Edan–julukan Arema–ketika meraih gelar juara Liga Super Indonesia 2009-2010.

“Secara pribadi saya selalu berkomunikasi dengan Meiga. Saya berharap dia bisa sehat lagi dan melanjutkan hidupnya dengan baik. Apa yang sudah bobotoh (sebutan untuk suporter Persib) atau orang lain lakukan kepada Meiga saya sangat menghargainya,” ucap Alberts.

Cepat sembuh Meiga![]