News

Alat Peringatan Dini Lahar Hujan di Kali Krasak Rusak Tertimpa Pohon

Satu unit alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang dipakai untuk memonitor aktivitas lahar hujan Gunung Merapi dilaporkan rusak


Alat Peringatan Dini Lahar Hujan di Kali Krasak Rusak Tertimpa Pohon
Kondisi Merapi terpantau dari Kali Kuning, Sleman, Jumat (4/12/2020). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Satu unit alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang dipakai untuk memonitor aktivitas lahar hujan Gunung Merapi dilaporkan rusak. Pemerintah saat ini tengah mengupayakan penggantinya.

Menurut Kasi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Lelono lokasi EWS yang rusak berada di aliran Kali Krasak. Atau berada di jalur luncuran lava dan awan panas Merapi selain Kali Boyong.

"(EWS) di Kali Krasak cuma ada satu karena di perbatasan (Magelang) dan rusak karena tertimpa pohon," kata Joko, Rabu (17/2/2021).

Sementara untuk EWS di Kali Boyong yang, Joko memastikan kondisinya dalam keadaan normal.

"Untuk EWS di Boyong ada lima unit," ujarnya menambahkan.

Sebagai solusi EWS yang rusak di Kali Krasak, BPBD sedang mencari penggantinya. Lalu, titik penempatan EWS rencananya bakal digeser ke Watu Purbo, Tempel dari sebelumnya di Merdikorejo.

Pemindahan EWS dikarenakan Watu Purbo menjadi salah satu destinasi wisata di Sleman. Sehingga ketika ada penambahan aliran, alat peringatan dini itu bisa dibunyikan untuk memperingatkan para wisatawan.

"Diajukan dulu anggaran, karena Covid anggaran terbatas sehingga kita minta di BTT (Bantuan Tak Terduga), anggarannya Rp50 juta untuk bisa memindahkan EWS," tandasnya.[]