News

Alasan Singapura Tolak UAS: Ajarannya Ekstremis dan Kerap Rendahkan Agama Lain

Dikutip dari laman resmi Ministry Home Affair (MHA) Singapore, Kemendagri Singapura mengungkapkan beberapa ajaran UAS dianggap ekstremis dan segregasi.


Alasan Singapura Tolak UAS: Ajarannya Ekstremis dan Kerap Rendahkan Agama Lain
Penceramah Ustad Abdul Somad (tengah) menggelar konferensi pers di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (21/8/2019). Kedatangannya merupakan undangan dari MUI dalam rangka klarifikasi atau tabayyun terkait videonya yang dianggap menistakan agama. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kementerian Dalam Negeri Singapura akhirnya angkat bicara terkait alasan Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk ke Singapura. Ada sejumlah alasan mereka menolak masuk UAS ke negara pulau tersebut.

Dikutip dari laman resmi Ministry Home Affair (MHA) Singapore, Kemendagri Singapura mengungkapkan ajaran UAS dianggap ekstremis dan segregasi. Menurut mereka, hal ini tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama di Singapura.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura," demikian pernyataan Kemendagri Singapura dikutip Rabu (18/5/2022).

baca juga:

Kemendagri Singapura kemudian memberikan contohnya di mana UAS pernah berkhotbah bahwa bom bunuh diri sah dilakukan dalam konteks konflik Palestina dan Israel.

"Misalnya, Somad pernah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," tulis Kemendagri Singapura. 

Kemendagri Singapura juga menyatakan UAS kerap merendahkan agama lain. "Seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin (roh/setan) kafir'," sambungnya. 

Tak hanya itu saja, Kemendagri Singapura juga mengatakan jika UAS masuk ke Singapura memiliki modus untuk berpura-pura untuk kunjungan sosial. Alhasil, UAS dan rombongannya diputar balik di hari yang sama ke Batam.

"Masuknya seorang pengunjung ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. Setiap kasus dinilai. Sementara Somad berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial. Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura," tulis Kemendagri Singapura. []