News

Alasan Polisi Tidak Tahan Sopir Truk Tangki Air Dinas Pertamanan DKI Jakarta yang Tabrak Pejalan Kaki

Nuropik sudah ditetapkan sebagai tersangka karena menabrak pria paruh baya Mulyadi Marjuki sampai tewas.


Alasan Polisi Tidak Tahan Sopir Truk Tangki Air Dinas Pertamanan DKI Jakarta yang Tabrak Pejalan Kaki
Truk Tangki Air Tabrak Pria Paruh Baya

AKURAT.CO, Sopir truk tangki air milik Dinas Pertamanan DKI Jakarta, M. Nuropik sudah ditetapkan sebagai tersangka karena menabrak pria paruh baya Mulyadi Marjuki sampai tewas di BKT dekat SPBU, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, tapi polisi tidak menahan Nuropik. Alasannya karena Nuropik memiliki surat jaminan.

"Dari kantornya. Dari pimpinannya. Itu kemarin kan udah cukup keterangannya ya mas," kata Kanit Laka Lantas Wil Jakarta Timur, AKP Teguh Achrianto kepada pewarta, Sabtu (5/6/2021).

Dia menuturkan, dalam Undang Undang Lalu Lintas tidak harus ditahan selama ada jaminan yang diajukan tersangka. Sehingga, pihaknya melakukan proses hukum sesuai dengan SOP yang berlaku.

"Karena dari pihak kantor pelaku kita kasih kesempatan untuk komunikasi dengan pihak keluarga korban," ucapnya.

Namun kata dia, pihaknya tetap menangani kasus ini sampai tuntas dan statusnya pun sudah jelas sebagai tersangka.

"Kasusnya masih kita tangani dan sudah kita tetapkan tersangka," terangnya.

Teguh menambahkan, Nuropik bakal menjalani wajib lapor sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Bisa satu Minggu dua kali Senin dan Kamis. Intinya kita menangani sesuai dengan SOP kalau masalah tidak ditahan itu memang ada aturan bisa tidak ditahan dengan persyaratan dari pimpinannya mengajukan untuk tidak melakukan penahanan. Ada surat jaminan dan sebagainya," jelasnya. 

Untuk diketahui, saat kejadian berlangsung, korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat, tapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di kepalanya.[]