News

Alasan PKS Gugat Preshold ke MK

"Intinya kami akan mengajukan judicial review sehingga tidak terulang karena presidential threshold terlalu tinggi hanya ada dua calon saja.."


Alasan PKS Gugat Preshold ke MK
Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR di Masjid Al Ikhlas Kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019). Sosialisasi ini kerjasama antara MPR RI dengan Perguruan Silat Gerak Oray Indonesia untuk memberikan pemahaman mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan amanah dari UU. No. 17 Tahun 2014 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi. Selain di dalam negeri, Hidayat Nur Wahid me (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid membenarkan partainya akan mengajukan judicial review terkait aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (preshold) 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Iya, insya Allah kita akan ajukan karena itu sudah jadi keputusan partai," kata Hidayat saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2022). 

Meski begitu pria yang akrab disapa HNW ini belum bisa memastikan kapan PKS akan mendaftarkan gugatan. 

baca juga:

"Waktunya tentu kami menunggu timing yang tepat ya, karena secara prinsip kami menunggu saja usulan daripada kawan-kawan yang sekarang mengajukan tuntutan (preshold) untuk nol persen," ucapnya.

HNW menuturkan partainya sudah menyiapkan strategi lain jika gugatan ditolak MK. Hal ini dia sampaikan karena aturan preshold sudah belasan kali digugat namun tak satu pun yang dikabulkan oleh MK.

"Secara prinsip kami kami tentu mentemakan kalau ini terus ditolak, tentu kami harus mengajukan opsi yang lain," kata Wakil Ketua MPR itu. 

HNW mengatakan preshold 20 persen membatasi munculnya calon yang berkompetisi di Pilpres. Berkaca dari Pemilu 2019, pesta demokrasi lima tahun sekali hanya diikuti dua pasangan calon. 

"Tetapi intinya kami akan mengajukan judicial review sehingga tidak terulang apa yang dikhawatirkan publik dari pemilihan presiden 2019 dimana karena presidential threshold terlalu tinggi, kemudian ada kondisi ada partai-partai memblok sehingga hanya memunculkan dua calon saja," ungkapnya. 

HNW menyampaikan partainya sangat berharap aturan preshold 20 persen dicabut, agar muncul kader-kader terbaik bangsa untuk tampil dalam kontestasi pilpres. 

"Padahal kita punya banyak calon yang bagus era Pak Jokowi ini banyak tampil kader bangsa yg baik-baik yang berkualitas yang potensial yang mudah-mudahan juga bahwa saya yakin kita tidak menginginkan terhadap pembelahan bangsa ini," pungkasnya.[]