News

Alasan Penyidik Bareskrim Tidak Tahan Dua Tersangka Kasus Unlawful Killing 4 Laskar FPI

Dua tersangka yang merupakan oknum anggota polisi itu berinisial F dan Y tidak ditahan karena berada dinilai kooperatif saat diperiksa.


Alasan Penyidik Bareskrim Tidak Tahan Dua Tersangka Kasus Unlawful Killing 4 Laskar FPI
Tim Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mobil yang digunakan oleh polisi dan laskar Front Pembela Islam saat insiden Tol Jakarta-Cikampek di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12/2020) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Penyidik Bareskrim Polri belum menahan dua tersangka kasus unlawful killing atau pembunuhan diluar proses hukum terhadap 4 laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. 

Dua tersangka yang merupakan oknum anggota polisi itu berinisial F dan Y. Keduanya mempunyai peran berbeda ketika beraksi.

"2 Tersangka atas nama F dan Y belum dilakukan penahanan. Jadi tidak dilakukan penahanan, karena yang bersangkutan masih ada di Polda Metro," ucap Ramadhan, Selasa (27/4/2021).

Ia menuturkan alasan kedua oknum polisi itu tidak ditahan karena dianggap kooperatif selama menjalani pemeriksaan. Selain itu, F dan Y diyakini tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan kabur keluar negeri. 

"Alasannya yang bersangkutan kooperatif. Yang bersangkutan tidak dikhawatirkan melarikan diri dan yang bersangkutan tidak dikhawatirkan untuk menghilangkan barang bukti," jelasnya.

Selain itu, Ramadhan membeberkan F dan Y masih merupakan anggota polisi aktif di Polda Metro Jaya. Mereka juga tidak dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota polisi. 

"Tidak bertugas. Tapi yang bersangkutan masih aktif dan hadir di Polda Metro Jaya. Jadi kewajibannya sebagai personel Polda Metro Jaya tetap hadir. Berarti bukannya di rumah, tetap hadir di Polda Metro Jaya. Tidak (dinonaktifkan)," tutur Ramadhan.

Kedua tersangka F dan Y disangkakan melanggar Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP. 

Untuk oknum polisi lainnya yakni Elwira Pryadi Zendrato, itu penyidikannya dihentikan lantaran yang bersangkutan meninggal dunia sejak Januari 2021 lalu. 

"Pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP. Sedangkan tersangka lainnya atas nama EP berdasarkan Pasal 109 KUHAP yang bersangkutan meninggal dunia, maka penyidikan terhadap yang bersangkutan dihentikan sehingga berkas perkara tersebut mengajukan 2 tersangka yaitu atas nama F dan Y," tegasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co