Ekonomi

Alasan Pentingnya Digitalisasi dan Integrasi Industri Bagi Koperasi dan UMKM

pentingnya melakukan digitalisasi bagi UMKM, agar marketnya lebih luas dan besar


Alasan Pentingnya Digitalisasi dan Integrasi Industri Bagi Koperasi dan UMKM
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam kunjungannya ke Kabupaten Klungkung pada Selasa (8/6).

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan pentingnya melakukan digitalisasi bagi UMKM, agar marketnya lebih luas dan besar. Terlebih pihaknya mengklaim pemerintah sudah menyiapkan ekosistem, sehingga berbagai perizinan sekarang dipermudah melalui UU Cipta Kerja.

Kedua, ekosistem dari segi pembiayaan. Tahun ini Pembiayaan Usaha Rakyat (PUR) sudah dinaikkan menjadi 253 triliun dengan bunga 3% sampai akhir tahun.

" Kemudian dari market demand (permintaan pasar) nya juga sudah kita bangun. Akses pasarnya dimana 40% belanja pemerintah sekarang harus menyerap produk UMKM dengan nilai sekitar Rp460 triliun per tahun. Begitu juga pasar digital BUMN,” tuturnya.

Lebih lanjut Teten menjelaskan, UMKM harus terintegrasi dengan industri. Oleh karena itu, diperlukan langkah kolaborasi atau kerja sama dengan para pelaku yang melakukan bisnis berbasis ekonomi kreatif.

" Sekarang kita bangun koperasi modern. Maksudnya adalah koperasi bisa menjadi agen untuk mengkonsolidasi dan mengagregasi usaha-usaha mikro, " imbuhnya.

Sekadar informasi, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam kunjungannya ke Kabupaten Klungkung pada Selasa (8/6) menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inovasi yang dilakukan Kabupaten Klungkung untuk mengembangkan koperasi dan UMKM berbasis ekonomi kreatif.

“Saya ingin menyampaikan apresasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam pemberdayaan koperasi dan UKM, khususnya yang berbasis ekonomi kreatif,” ujar Teten saat pemaparan pada kegiatan kunjungan kerja dengan Agenda pengembangan koperasi dan UMKM berbasis ekonomi kreatif.

Kabupaten Klungkung memiliki berbagai macam produk lokal unggulan, di antaranya yaitu Kain Tenun Rangrang, Kain Endek, logam, gong Bali berasal dari Desa Wisata Desa Tihingan, Kain Tenun Songket, wayang klasik, garam beryodium (Uyah Kusamba) dan beras lokal.

Teten Masduki menyampaikan akan memberi bantuan untuk melakukan digitalisasi Kain Endek. Dalam penjualan beras lokal, inovasi yang dilakukan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta adalah program Bima Juara atau Beli Mahal, Jual Murah yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) akan membeli gabah lebih mahal dari patokan pemerintah, kemudian KUD akan menjualnya kembali dengan harga yang murah.

Denny Iswanto

https://akurat.co